detikcom
Senin, 21/07/2008 12:34 WIB

Kehidupan Gay

Cinta Diuji di Lantai Disco

Ronald Tanamas - detikNews
Halaman 1 dari 2
suasana sebuah diskotik (dokumen detikcom)
Jakarta - Pria berbadan tegap itu matanya terpejam. Pria yang berprofesi sebagai seorang artis itu sedang menikmati pijatan demi pijatan dari seorang pekerja salon.

Aktivitas ke salon merupakan rutinitas FB, begitu inisial pria berbadan tegap itu. Paling tidak, kata pria yang berprofesi sebagai pemain sinetron, penyanyi dan MC tersebut, dua pekan sekali ia menyempatkan diri melakukan perawatan ke salon.

Penampilan FB terlihat sangat maskulin atau macho sekali. Tapi siapa sangka kalau ia adalah seorang gay. Saat ditemui detikcom,, pria ini ditemani pria muda berwajah tampan. Pria bernama Daniel itu umurnya 20-an tahun. Ia terlihat duduk di ruang tunggu sambil menjaga barang-barang milik pemain sinetron tersebut.

Salon yang terletak di daerah Jakarta Barat tersebut merupakan langganan tetap FB untuk merawat penampilannya sebagai seorang artis. FB menganggap salon langganannya ini sangat nyaman untuk berduaan dengan pacarnya, sesama pria.

"Disini sudah seperti rumah sendiri, santai saja karena yang punya salon dan pekerjanya juga sama kayak gue," kata FB kepada detikcom.

FB mengaku dirinya sudah banyak berubah dari tahun ke tahun. Tepatnya sejak 5 tahun lalu. Sebab, akunya, saat ini ia sudah tidak sungkan dan malu-malu lagi untuk mengakui kalau dirinya seorang gay. FB juga mengaku sedang berpacaran dengan Daniel, sejak dua tahun lalu.

Meski sudah berani mengaku kalau dirinyagay, tapi FB maupun Daniel masih belum berani mengaku terus terang hubungan cintanya dengan Daniel. Keduanya masih takut akan berdampak buruk bagi keluarga. Alhasil, keluarga hanya tahu kalau FB dan Daniel adalah sahabat karib.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ron/ddg)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%