RI Belum Diberitahu Rencana Deportasi TKI Ilegal di Malaysia
Sabtu, 19/07/2008 13:17 WIB
Jakarta
Pemerintah Malaysia berencana mendeportasi sekitar 100-150 ribu tenaga kerja asing ilegal. Sebagian besar dari mereka adalah tenaga kerja asal Indonesia dan Filipina. Terkait hal ini, pemerintah Indonesia belum mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah Malaysia.
"Belum ada pemberitahuan resmi oleh Malaysia. Kita melalui Menlu pernah bertanya resmi akhir bulan lalu. Pada waktu itu, mereka mengatakan bahwa pada waktunya jika memang dilakukan mereka akan memberitahukan kita," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah kepada detikcom, Sabtu (19/7/2008).
Kalau pun memang akan dilakukan deportasi, Deplu meminta agar para TKI ilegal tersebut dipulangkan dengan cara-cara yang tertib.
"Kita minta perhatian, bila benar ada upaya pemulangan, harus dilakukan secara tertib. Tanpa menimbulkan pemberitaan tidak baik," pinta Faizasyah.
Namun demikian, menurut Faizasyah, pemerintah Malaysia telah memberikan indikasi awal untuk mengurangi jumlah TKI Ilegal.
"Malaysia sudah memberikan semacam indikasi awal bahwa langkah-langkah administratif, yakni meminta pihak pemakai jasa TKI untuk memastikan keabsahan dokumentasi TKI yang mereka gunakan. Malaysia juga sudah memberikan semacam pemahaman kepada kita bahwa warga kita bukan sasaran atau obyek bagi deportasi itu. Kalau itu terjadi, akan dilakukan secara tertib," jelasnya.
Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia, lanjut Faizasyah, juga telah melakukan pemulangan berkala kepada TKI Ilegal sejumlah 500-an orang perminggu. "Saat ini jumlah TKI ilegal di Malaysia sekitar 200 ribu," pungkasnya. (anw/gah)
"Belum ada pemberitahuan resmi oleh Malaysia. Kita melalui Menlu pernah bertanya resmi akhir bulan lalu. Pada waktu itu, mereka mengatakan bahwa pada waktunya jika memang dilakukan mereka akan memberitahukan kita," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah kepada detikcom, Sabtu (19/7/2008).
Kalau pun memang akan dilakukan deportasi, Deplu meminta agar para TKI ilegal tersebut dipulangkan dengan cara-cara yang tertib.
"Kita minta perhatian, bila benar ada upaya pemulangan, harus dilakukan secara tertib. Tanpa menimbulkan pemberitaan tidak baik," pinta Faizasyah.
Namun demikian, menurut Faizasyah, pemerintah Malaysia telah memberikan indikasi awal untuk mengurangi jumlah TKI Ilegal.
"Malaysia sudah memberikan semacam indikasi awal bahwa langkah-langkah administratif, yakni meminta pihak pemakai jasa TKI untuk memastikan keabsahan dokumentasi TKI yang mereka gunakan. Malaysia juga sudah memberikan semacam pemahaman kepada kita bahwa warga kita bukan sasaran atau obyek bagi deportasi itu. Kalau itu terjadi, akan dilakukan secara tertib," jelasnya.
Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia, lanjut Faizasyah, juga telah melakukan pemulangan berkala kepada TKI Ilegal sejumlah 500-an orang perminggu. "Saat ini jumlah TKI ilegal di Malaysia sekitar 200 ribu," pungkasnya. (anw/gah)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
