Pengacara Cak Imin Tak Tahu Rp 13 M yang Dituduhkan Gus Dur
Sabtu, 19/07/2008 12:01 WIB
Jakarta
Gus Dur kembali mengungkit uang PKB Rp 13 miliar yang dituduhkan ditilep Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Lukman Edy dan beberapa pengurus PKB kubu Cak Imin. Menurut Gus Dur, uang tersebut ditilep Cak Imin Cs tiga tahun lalu.
Namun pengacara Cak Imin mengaku tidak tahu menahu soal uang miliaran rupiah tersebut.
"Saya nggak ngerti kaitan kasus Faishal (Faishal Emir Yusuf) atau apa Rp 13 miliar yang dituduhkan. Seolah-olah kubu Muhaimin ada keterlibatan. Ini harus jelas. Kita minta jangan bermain asumsi, dasarnya harus fakta dan bukti," ujar pengacara Cak Imin Firman Wijaya kepada detikcom, Sabtu (19/7/2008).
Tuduhan Gus Dur tersebut, menurut Firman sebenarnya bukan sentimen antarkubu. Namun lebih pada masalah internal yang harus disikapi secara jelas. "Saya lebih melihatnya ini turbulensi (guncangan) politik di dalam PKB," ujarnya.
Agar masalah ini tidak terus menjadi prasangka, Firman minta kepada Gus Dur untuk menggunakan mekanisme internal partai. "Gus Dur bisa menggunakan mekanisme institusi partai. Ketua Umum DPP PKB bisa membuat tim investigasi kalau memang ada. Ini sebenarnya masukan-masukan dari luar PKB," usulnya.
Gus Dur lebih memilih golput jika PKB kubunya kalah. Firman meminta Gus Dur untuk menghormati putusan hukum.
"Putusan hukum mewajibkan setiap orang tunduk dan taat. Terutama bagi yang dihukum oleh putusan itu. Putusan MA kemarin jelas memberi hukuman bagi Gus Dur. Gus Dur harus taat jika beliau demokrat. Mengakui hukum sebagai ruang penyelelesaian setiap masalah," pungkasnya. (anw/gah)
Namun pengacara Cak Imin mengaku tidak tahu menahu soal uang miliaran rupiah tersebut.
"Saya nggak ngerti kaitan kasus Faishal (Faishal Emir Yusuf) atau apa Rp 13 miliar yang dituduhkan. Seolah-olah kubu Muhaimin ada keterlibatan. Ini harus jelas. Kita minta jangan bermain asumsi, dasarnya harus fakta dan bukti," ujar pengacara Cak Imin Firman Wijaya kepada detikcom, Sabtu (19/7/2008).
Tuduhan Gus Dur tersebut, menurut Firman sebenarnya bukan sentimen antarkubu. Namun lebih pada masalah internal yang harus disikapi secara jelas. "Saya lebih melihatnya ini turbulensi (guncangan) politik di dalam PKB," ujarnya.
Agar masalah ini tidak terus menjadi prasangka, Firman minta kepada Gus Dur untuk menggunakan mekanisme internal partai. "Gus Dur bisa menggunakan mekanisme institusi partai. Ketua Umum DPP PKB bisa membuat tim investigasi kalau memang ada. Ini sebenarnya masukan-masukan dari luar PKB," usulnya.
Gus Dur lebih memilih golput jika PKB kubunya kalah. Firman meminta Gus Dur untuk menghormati putusan hukum.
"Putusan hukum mewajibkan setiap orang tunduk dan taat. Terutama bagi yang dihukum oleh putusan itu. Putusan MA kemarin jelas memberi hukuman bagi Gus Dur. Gus Dur harus taat jika beliau demokrat. Mengakui hukum sebagai ruang penyelelesaian setiap masalah," pungkasnya. (anw/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
