Pertama Kali dalam Sejarah, Nepal Gelar Pemilihan Presiden
Sabtu, 19/07/2008 09:36 WIB
Jakarta
Setelah mendepak Raja Gyanendra keluar dari istana, pada hari ini, Majelis Konstitusi Nepal memilih presiden untuk pertama kali. Tak terelakkan lagi, Nepal menjadi republik termuda di dunia.
610 Anggota majelis yang didominasi bekas pemberontak Maois ini akan memilih presiden. Presiden bisa terpilih dengan mayoritas sederhana 298 suara.
Meski mendominasi, Maois gagal menjadi mayoritas. Dia harus bersaing dengan 2 partai besar lainnya. Sehingga, terdapat 3 kekuatan yang bertarung untuk mendapatkan kursi presiden.
3 Calon presiden berasal dari etnik Mahadhesis. Republikan Ramraja Prasad Singh yang pernah ditahan 2 dekade lalu karena melempar bom di parlemen dan istana sebagai bentuk anti-monarki difavoritkan menang. Singh yang sudah berusia 73 tahun itu didukung Maois.
Editor mingguan Samay, Yubarah Ghimire, menyebutkan Maois yang memiliki 226 kursi mendapat dukungan dari politisi etnik minoritas Terai yang memiliki kursi 82. "Jika Maois bisa mengamankan setidaknya dukungan 72 orang, maka calonnya akan terpilih," kata Ghimire, seperti dilansir AFP, Sabtu (19/7/2008).
Namun, siapapun yang menang, semuanya akan dipanggil Presiden Ram. Semua calon memiliki nama yang sama, merujuk pada inkarnasi dewa Hindu, Wisnu.
Sejak menjungkalkan kekuasaan monarki yang sudah berusia 260 tahun, Nepal dalam keadaan anarki, tanpa pemerintahan dan tanpa kepala negara meski hasil Pemilu sudah jelas. Perdana Menteri sementara mengundurkan diri, namun tak satupun berkuasa yang menerima pengunduran dirinya.
Presiden Nepal sepertinya nanti meneruskan kewajiban seremonial yang dulu dilakukan Raja Gyanendra. Seketika presiden menduduki kursinya, langkah pertama adalah memberikan jalan bagi pembentukan pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri.
"Presiden akan menerima pengunduran diri perdana menteri sementara dan lalu Maois akan bisa membentuk pemerintahan," lanjut Ghimire.
Namun, langkah Maois untuk memerintah mendapat halangan yang kuat dari 2 partai lainnya karena tak ada yang bisa meraih mayoritas tunggal. Padahal, pemerintahan belum terbentuk saja, 2 partai lain itu sudah bersikap oposisi terhadap Maois yang satu dekade memberontak itu.
"Dengan 3 partai pergi ke arah yang berbeda, jalan menuju pemerintahan baru sepertinya berbatu-batu," tandas Ghimire. (aba/aba)
610 Anggota majelis yang didominasi bekas pemberontak Maois ini akan memilih presiden. Presiden bisa terpilih dengan mayoritas sederhana 298 suara.
Meski mendominasi, Maois gagal menjadi mayoritas. Dia harus bersaing dengan 2 partai besar lainnya. Sehingga, terdapat 3 kekuatan yang bertarung untuk mendapatkan kursi presiden.
3 Calon presiden berasal dari etnik Mahadhesis. Republikan Ramraja Prasad Singh yang pernah ditahan 2 dekade lalu karena melempar bom di parlemen dan istana sebagai bentuk anti-monarki difavoritkan menang. Singh yang sudah berusia 73 tahun itu didukung Maois.
Editor mingguan Samay, Yubarah Ghimire, menyebutkan Maois yang memiliki 226 kursi mendapat dukungan dari politisi etnik minoritas Terai yang memiliki kursi 82. "Jika Maois bisa mengamankan setidaknya dukungan 72 orang, maka calonnya akan terpilih," kata Ghimire, seperti dilansir AFP, Sabtu (19/7/2008).
Namun, siapapun yang menang, semuanya akan dipanggil Presiden Ram. Semua calon memiliki nama yang sama, merujuk pada inkarnasi dewa Hindu, Wisnu.
Sejak menjungkalkan kekuasaan monarki yang sudah berusia 260 tahun, Nepal dalam keadaan anarki, tanpa pemerintahan dan tanpa kepala negara meski hasil Pemilu sudah jelas. Perdana Menteri sementara mengundurkan diri, namun tak satupun berkuasa yang menerima pengunduran dirinya.
Presiden Nepal sepertinya nanti meneruskan kewajiban seremonial yang dulu dilakukan Raja Gyanendra. Seketika presiden menduduki kursinya, langkah pertama adalah memberikan jalan bagi pembentukan pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri.
"Presiden akan menerima pengunduran diri perdana menteri sementara dan lalu Maois akan bisa membentuk pemerintahan," lanjut Ghimire.
Namun, langkah Maois untuk memerintah mendapat halangan yang kuat dari 2 partai lainnya karena tak ada yang bisa meraih mayoritas tunggal. Padahal, pemerintahan belum terbentuk saja, 2 partai lain itu sudah bersikap oposisi terhadap Maois yang satu dekade memberontak itu.
"Dengan 3 partai pergi ke arah yang berbeda, jalan menuju pemerintahan baru sepertinya berbatu-batu," tandas Ghimire. (aba/aba)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 18:47 WIB
Pemeriksaan Ari Sigit Ditunda Hingga Rabu 23 Mei
-
Senin, 21/05/2012 18:44 WIB
5 Bandit Jalanan Ditembak Polisi
-
Senin, 21/05/2012 18:44 WIB
Laporan dari Australia
Ical Minta Polri Diberi Payung Hukum Tindak Ormas Anarkis
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
Senin, 21/05/2012 18:34 WIB
Jual 27 Tiket KA Bisnis Tak Jelas, Agen di Purworejo Diancam Ditutup
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 18:07 WIB
Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,100.000
- Rp 2,792.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
