detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 18/07/2008 23:50 WIB

Presiden Tutup Pesta Danau Toba

Khairul Ikhwan - detikNews
SBY bernyanyi bersama Gubernur Sumut (Setpres)
Prapat - Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi menutup Pesta Danau Toba (PDT) di Sumatera Utara. Acara penutupan yang berlangsung di Open Stage Kota Prapat, Kabupaten Simalungun, ditandai pula dengan lahirnya rekor untuk ulos terpanjang di dunia.

Dalam sambutan menutup PDT, SBY menyatakan kekagumannya dengan pesona alam Danau Toba. SBY yang baru dua kali datang ke danau terbesar di Asia Tenggara tersebut, menjanjikan pemerintah siap mendorong pengembangan Danau Toba menjadi objek wisata andalan nusantara yang akan menjadi kebanggaan dunia, baik dalam pengelolaan ekosistem, keindahan alam, nilai sejarah maupun pesona seni dan budayanya.

"Tidak banyak pesona alam di dunia ini yang memiliki kekhasan seperti Danau Toba. Sayang apabila potensi alam yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa ini tidak kita dayagunakan," ujar Presiden, Jumat (18/7/2008).

Lebih lanjut SBY yang berkunjung bersama Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu menyatakan, masyarakat dunia saat ini cenderung menjatuhkan pilihan kunjungan wisata ke objek-objek wisata yang indah, alami, mempunyai nilai historis tinggi dan ekosistem yang terpelihara baik. Hal ini harus disiasati secara arif, dengan komitmen lebih tinggi melestarikan ekosistem maka objek wisata Danau Toba akan mendunia dan kunjungan wisatawan mancanegara akan tumbuh.

"Ini yang harus kita lakukan secara bersama," ujar SBY dalam acara yang dihadiri ribuan warga tersebut.

Dengan pengembangan lebih terprogram, ditambah komitmen lebih sungguh-sungguh mengembangkan seni dan budaya daerah Sumatera Utara, Presiden optimis kepariwisataan Danau Toba akan meningkat, perekonomian bergerak dan muaranya memberi sumbangan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Setelah menyaksikan sederetan pagelaran seni dan budaya lokal Sumut, Presiden kemudian melantunkan suaranya dengan menyanyikan lagu 'Nasonang Do Hitana Dua' yang diikuti pleh para menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Acara Puncak Pesta Danau Toba juga diisi dengan lahirnya rekor baru berupa ulos terpanjang di dunia yakni 55 meter dengan lebar 84 sentimeter. Ulos yang jenis sape-sape nagajan tersebut dkerjakan pengrajin Naimonang Sibarani selama 750 jam atau dua setengah bulan. Pengakuan rekor itu ditandai dengan penyerahan piagam dari pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana kepada Gubernur Sumut Syamsul Arifin.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rul/aba)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%