Usir 26 Pasien Jalan
RSCM Siap Tempuh Jalur Hukum
Jumat, 18/07/2008 13:49 WIB
Foto: M Rizal/detikcom
Jakarta
RSCM diadukan 26 pasien rawat jalannya ke Komnas HAM dan LBH Jakarta. RSCM menyatakan siap menghadapinya jika harus maju ke jalur hukum.
"Kalau LBH minta kita datang untuk menyelesaikan masalah ini, apa yang harus diselesaikan? Kalau dibawa ke masalah hukum, sudah pasti RSCM yang menang," kata Direktur RSCM Akmal Taher saat jumpa pers di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
Menurut Akmal, pihaknya sudah melakukan hal yang benar meminta 26 pasien rawat jalan tersebut meninggalkan RSCM dikarenakan ruang Irna B lantai 1 akan direnovasi. Selain itu, mereka bersama saudara-saudaranya menginap tanpa seizin pihak rumah sakit.
Sebenarnya, menurut Akmal, RSCM memiliki rumah singgah. Namun 84 tempat tidur yang tersedia sudah penuh untuk menampung pasien rawat jalan dan keluarganya. Bahkan, kata Akmal lagi, yang menginap di sana semakin bertambah dan beberapa bukan pasien RSCM.
"Orang-orangnya bertambah dan berganti terus setiap hari. Kalau mau tahu, kehilangan di RS ini sudah cukup banyak. Dan RS menjadi kotor," keluh Akmal.
RSCM tidak bisa memberikan solusi apa-apa untuk 26 pasien yang kini menginap di kantor LBH Jakarta. Jika ingin berobat, mereka dipersilakan datang kembali dan tidak menginap. Untuk sementara, RSCM akan mengirimkan utusan untuk memberitahu kepada mereka jika ada kamar kosong di rumah singgah.
"Tapi kalau ada. Ya ini atas dasar kemanusiaan, bukan hukum," imbuhnya Akmal. (ana/fay)
"Kalau LBH minta kita datang untuk menyelesaikan masalah ini, apa yang harus diselesaikan? Kalau dibawa ke masalah hukum, sudah pasti RSCM yang menang," kata Direktur RSCM Akmal Taher saat jumpa pers di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
Menurut Akmal, pihaknya sudah melakukan hal yang benar meminta 26 pasien rawat jalan tersebut meninggalkan RSCM dikarenakan ruang Irna B lantai 1 akan direnovasi. Selain itu, mereka bersama saudara-saudaranya menginap tanpa seizin pihak rumah sakit.
Sebenarnya, menurut Akmal, RSCM memiliki rumah singgah. Namun 84 tempat tidur yang tersedia sudah penuh untuk menampung pasien rawat jalan dan keluarganya. Bahkan, kata Akmal lagi, yang menginap di sana semakin bertambah dan beberapa bukan pasien RSCM.
"Orang-orangnya bertambah dan berganti terus setiap hari. Kalau mau tahu, kehilangan di RS ini sudah cukup banyak. Dan RS menjadi kotor," keluh Akmal.
RSCM tidak bisa memberikan solusi apa-apa untuk 26 pasien yang kini menginap di kantor LBH Jakarta. Jika ingin berobat, mereka dipersilakan datang kembali dan tidak menginap. Untuk sementara, RSCM akan mengirimkan utusan untuk memberitahu kepada mereka jika ada kamar kosong di rumah singgah.
"Tapi kalau ada. Ya ini atas dasar kemanusiaan, bukan hukum," imbuhnya Akmal. (ana/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
