Kamis, 10/07/2008 19:42 WIB

Haji Ulloh Pelanjut Mak Erot

Ramadhian Fadillah - detikNews
Mak Erot (Indospiritual.com)
Sukabumi - Kematian Mak Erot, spesialis pembesaran alat vital pria, tentu merupakan berita buruk bagi kalangan pria yang membutuhkan jasanya. Namun jangan khawatir, Haji Ulloh siap melanjutkan jasa neneknya itu.

"Kalau masalah pengobatan, karena banyak yang membutuhkan, itu harus diteruskan," kata Haji Ulloh menyebut pesan neneknya, saat ditemui di rumahnya, Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Kamis (10/7/2008).

Haji Ulloh yang saat ini berusia 37 tahun sudah beberapa tahun ini menjalankan praktek pengobatan yang dirintis neneknya itu. Haji Ulloh mewakili Mak Erot membuka praktek di Jakarta dan Sukabumi.

Di Jakarta, Anda bisa menjumpai Haji Ulloh di Jalan Kebon Sirih Barat Dalam I No 56 Jakarta Pusat. Praktek di Jakarta dilakukan selama sebulan, setelah itu dilanjutkan sebulan di Desa Pasir Baru, Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

"Pendaftaran Rp 100 ribu, mahar Rp 600 ribu. Pengobatan tergantung keyakinan," kata Haji Ulloh setengah berpromosi.

Pengobatan warisan Mak Erot ini merupakan kombinasi doa dan ramuan. "Dari 12 (sentimeter)jadi 18 (sentimeter), itu normal. Kalau bagus jadi 20 sentimeter. Sekali sudah langsung jadi," jelas Haji Ulloh.

Setelah menjalani pengobatan, si pasien harus puasa 3 hari tak boleh berhubungan. Selain itu tak boleh makan terong panjang mentah, pisang mas mentah dan sirih.

Jasa Haji Ulloh ini tentu saja laris manis. Dua buah telepon genggamnya tak berhenti berdering, menerima telepon dari sejumlah pasien dalam dan luar negeri yang hendak janjian bertemu.

Namun, Haji Ulloh mengaku mensyukuri rejekinya itu. Tak lupa, dia menghidupi panti asuhan dan pesantren di kampungnya. "Semuanya untuk kepentingan agama," pungkasnya menjelaskan pemasukannya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aba/aba)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%