detikcom

Pilkada Maluku

Warga Mulai Coblos, Wilayah Perbatasan Konflik Dijaga Ketat

M Hanafi Holle - detikNews
Rabu, 09/07/2008 13:25 WIB
Ambon Pilkada Maluku yang dihelat, Rabu (9/7/2008), memasuki waktu pencoblosan. Dari 2
juta-an penduduk Maluku, sekitar 936.519 ribu warga menggunakan hak pilihnya pada 2.628 TPS yang tersebar di tujuh kabupaten dan dua kota di Maluku.

Pantauan detikcom di sejumlah tempat di kota Ambon, dijaga ketat aparat kepolisian. Terutama wilayah perbatasan dua komunitas, seperti desa Batu Merah dan kawasan Mardika, kecamatan Sirimau, Ambon. Puluhan Polisi nampak bersiaga penuh di kawasan perbatasan.

"Kami menerjunkan 600 personil polisi di kota Ambon," tutur Kapolres Ambon, AKBP Didik
Widjanarko, kepada detikcom di Mapolres Ambon, Jl dr Latumeten, Ambon.

Pemandangan sama juga terjadi di perbatasan dua desa bertentangga, Mamala-Morella, Lecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Desa Hitu Lama dan Hitu Messing. Begitupun Desa Horalle-Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.

"Semua wilayah rawan konflik memang menjadi perhatian kami," ujar Kapolda Maluku, Brigjen Mudji Waluyo.

Di lain sisi, situasi lalu lintas saat pencbolosan di Kota Ambon nampak sepi. Bahkan tak satupun bus antar provinsi parkir di terminal Ruko Batu Merah. Sejumlah warga yang hendak pulang dan menggunakan hak pilihnya terpaksa menunggu berjam-jam. "Saya sudah tunggu lama, nelum ada bus yang datang," kata Sidik Tatisina, warga Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.

Warga Antusias

Sementara itu, pencoblosan yang dilakukan warga sejak pukul 09.00 wit, pagi tadi, berjalan lancar. Belum ditemukan aksi protes atau kendala berarti. Warga nampak antusias. Namun tak sedikit pula yang kecewa karena tak dapat menggunakan hak pilihnya.

"Saya tak bisa mencoblos, karena tak dibagikan undangan," ujar Fatimah Rumasoreng (49), warga Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Fatimah hanya bisa menyaksikan warga yang melakukan pencoblosan. "Saya sudah melapor ke KPPS di TPS VI, tapi tidak bisa," katanya lagi.

Nasib sama juga dialami, Mukhlis Fataruba beserta sang istri. Anggota Panwas Kota Ambon ini, tak dibagikan undangan. "Iya, saya sudah menunggu sejak dua hari lalu. Sampai hari pencoblosan, kami tidak kebagian undangan. Padahal kami kemarin sudah didaftarkan,"
kata Fataruba.

Di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), ribuan warga juga tidak terdaftar. "Ribuan warga di SBT, memang tidak terdaftar,' ungkap Ketua Panwas SBT, Andi Sagat, kepada detikcom via selular.

Pilkada Maluku ini diikuti oleh 4 pasang cagub dan cawagub. Pasangan cagub, Karel Albert Ralahalu-Said Assagaf yang diusung PDI-P dan sejumlah partai lainnya. Partai Golkar mengusung pasangan Muhammad Abdullah Latuconsina, ketua DPD Golkar Maluku dan Edward Frans.

Sementara Abdullah Tuasikal-Septinus Hematang, didukung PKS, PAN dan dua partai gurem lainnya. Pasangan keempat, Aziz Samual dan Lukas Uwuratuw, yang diusung PPP dan tiga partai gurem.
(han/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel