5 Anggota DPR Ditangkap KPK, Kewenangan BK Perlu Ditingkatkan
Jumat, 04/07/2008 17:07 WIB
Jakarta
5 Anggota DPR sudah ditahan KPK karena tersangkut korupsi. Muncul usulan, kewenangan Badan Kehormatan (BK) DPR harus ditingkatkan.
Hal itu disampaikan anggota Tim Peningkatan Kinerja DPR dari Fraksi PDIP Eva K Sundari dalam diskusi bertajuk "DPR Target KPK/Sarang Koruptor?" di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (04/07/2008).
"Menurut saya salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kewenangan Badan Kehormatan (BK) DPR. BK diberi kewenangan untuk menghukum. Selama ini BK hanya menyerahkan kembali ke fraksi jika ada anggota yang bermasalah. Mudah-mudahan dalam UU Susduk yang mau diamandemen ada item soal peningkatan kewenangan BK," cetus Eva.
Menurutnya, dalam peraturan pengadaan barang oleh pemerintah sudah ada aturan tentang kategori pemenang tender. Namun dia mengakui masih terbuka celah untuk lobi.
"Lobi sudah sampai pada level di mana dilakukan upaya agar barang tertentu dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran karena kalau barang itu masuk pihak tertentu yang akan menang tender," katanya lebih jauh.
Dia juga mengatakan bahwa semua anggota DPR sepakat bahwa korupsi tidak boleh. Hanya saja, begitu sampai pada level operasional, terjadi kekacauan.
"Misalnya soal komisi, ada yang bilang boleh ada yang bilang tidak," pungkasnya. (aba/aba)
Hal itu disampaikan anggota Tim Peningkatan Kinerja DPR dari Fraksi PDIP Eva K Sundari dalam diskusi bertajuk "DPR Target KPK/Sarang Koruptor?" di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (04/07/2008).
"Menurut saya salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kewenangan Badan Kehormatan (BK) DPR. BK diberi kewenangan untuk menghukum. Selama ini BK hanya menyerahkan kembali ke fraksi jika ada anggota yang bermasalah. Mudah-mudahan dalam UU Susduk yang mau diamandemen ada item soal peningkatan kewenangan BK," cetus Eva.
Menurutnya, dalam peraturan pengadaan barang oleh pemerintah sudah ada aturan tentang kategori pemenang tender. Namun dia mengakui masih terbuka celah untuk lobi.
"Lobi sudah sampai pada level di mana dilakukan upaya agar barang tertentu dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran karena kalau barang itu masuk pihak tertentu yang akan menang tender," katanya lebih jauh.
Dia juga mengatakan bahwa semua anggota DPR sepakat bahwa korupsi tidak boleh. Hanya saja, begitu sampai pada level operasional, terjadi kekacauan.
"Misalnya soal komisi, ada yang bilang boleh ada yang bilang tidak," pungkasnya. (aba/aba)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 18:44 WIB
5 Bandit Jalanan Ditembak Polisi
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
Senin, 21/05/2012 18:34 WIB
Jual 27 Tiket KA Bisnis Tak Jelas, Agen di Purworejo Diancam Ditutup
-
Senin, 21/05/2012 18:30 WIB
Bagaimana Bentuk 'Piramida' di Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 18:15 WIB
Ical: Orang Boleh Tak Sepakat Lady Gaga, Tapi Jangan Mengancam
-
Senin, 21/05/2012 18:07 WIB
Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,792.000
- Rp 6,100.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
