AKKBB Minta Komnas HAM Usut Kasus Monas ke Polisi
Kamis, 03/07/2008 17:01 WIB
Jakarta
Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka mempertanyakan lambannya penanganan kasus penyerangan oleh Komando Laskar Islam (KLI) di Monas.
Belasan anggota AKKBB ini datang ke kantor Komnas HAM di Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2008) pukul pukul 14.20 WIB. Mereka diterima oleh dua Wakil Ketua Komnas HAM, Hesty Armiwulan dan M Ridha Saleh.
Dalam pertemuan tersebut, AKKBB mempertanyakan penanganan aparat kepolisian yang ternyata lebih cepat menangani kasus anarkisme aksi unjuk rasa dan menangkapi mahasiswa. Untuk itu, AKKBB meminta agar Komnas HAM mau mengawal proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan kasus tersebut.
"Kami juga minta Komnas HAM untuk mempertanyakan dan menekan kepolisian terkait MoU yang sudah terjalin antara Komnas HAM dan Kepolisian," kata Koordinator AKKBB Anick HT dalam pertemuan tersebut.
Menurut Anick, pihaknya meminta agar kepolisian benar-benar melakukan penyelidikan termasuk kekerasan yang terjadi terhadap AKKBB di Monas. "Termasuk korban yang dikejar dan kena pukulan. Juga korban yang memperingati hari lahirnya Pancasila. Ada upaya mau mengkriminalisasikan korban," ujar Anick.
Soal kriminalisasi yang telah disampaikan AKKBB, Hesty meminta agar data dan fakta yang ditemukan untuk dilengkapi. Sebab, menurut Hesty, Komnas HAM membutuhkan banyak data.
"Karenanya kami akan menanyakan pada Polri terkait yang disampaikan kawan-kawan. Kita tak akan tolerir kekerasan yang bertentangan dengan Pancasila dan tidak sesuai HAM," ujar Hesty.
(zal/fay)
Belasan anggota AKKBB ini datang ke kantor Komnas HAM di Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2008) pukul pukul 14.20 WIB. Mereka diterima oleh dua Wakil Ketua Komnas HAM, Hesty Armiwulan dan M Ridha Saleh.
Dalam pertemuan tersebut, AKKBB mempertanyakan penanganan aparat kepolisian yang ternyata lebih cepat menangani kasus anarkisme aksi unjuk rasa dan menangkapi mahasiswa. Untuk itu, AKKBB meminta agar Komnas HAM mau mengawal proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan kasus tersebut.
"Kami juga minta Komnas HAM untuk mempertanyakan dan menekan kepolisian terkait MoU yang sudah terjalin antara Komnas HAM dan Kepolisian," kata Koordinator AKKBB Anick HT dalam pertemuan tersebut.
Menurut Anick, pihaknya meminta agar kepolisian benar-benar melakukan penyelidikan termasuk kekerasan yang terjadi terhadap AKKBB di Monas. "Termasuk korban yang dikejar dan kena pukulan. Juga korban yang memperingati hari lahirnya Pancasila. Ada upaya mau mengkriminalisasikan korban," ujar Anick.
Soal kriminalisasi yang telah disampaikan AKKBB, Hesty meminta agar data dan fakta yang ditemukan untuk dilengkapi. Sebab, menurut Hesty, Komnas HAM membutuhkan banyak data.
"Karenanya kami akan menanyakan pada Polri terkait yang disampaikan kawan-kawan. Kita tak akan tolerir kekerasan yang bertentangan dengan Pancasila dan tidak sesuai HAM," ujar Hesty.
(zal/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
