Skandal Seks DPR
Konfrontir Max-Desi Tidak Diatur dalam Tata Beracara BK
Jumat, 27/06/2008 09:57 WIB
Jakarta
Anggota DPR dari FPDIP Max Moein membantah 100 persen telah memperkosa Desi Firdianti. Eks sekretaris ini menantang sang bos untuk dikonfrontir. Tetapi, konfrontir tidak diatur dalam tata beracara Badan Kehormatan (BK) DPR.
"Konfrontir tidak diatur dalam tata beracara BK. Konfrontir tergantung pada kedua pihak apakah bersedia atau tidak. Karena, tidak semua orang mau berkonfrontatif secara langsung. Untuk itu, BK tidak mengambil langkah tersebut," kata Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun kepada detikcom, Jumat (27/6/2008).
Dikatakan Gayus, BK telah memanggil Max maupun Desi. Keduanya tidak memiliki bukti yang disahkan oleh pihak yang berwenang.
"Dalam aturan, semua keputusan BK harus berdasarkan pembuktian. Ini tidak dimiliki oleh kedua pihak. Misalnya, bercak darah, membawa pisau itu kan harus diuji di lab, divisum. BK tidak mempunyai labkrim. Ini sudah masuk ranah pidana, bukan etika," papar Gayus.
Menurut dia, BK segera akan menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Max Moein.
"BK akan memutuskan apakah kasus ini dibawa ke ranah hukum atau tidak," ujar politisi PDIP ini.
Dalam kesempatan terpisah, anggota BK Anshari Siregar menyampaikan hal senada. "BK akan rapat membicarakan langkah selanjutnya. Apakah dikonfrontir atau perkara Desi diserahkan ke ranah hukum atau polisi," ujarnya.
Max Moein membantah 100 persen telah melakukan pelecehan seksual terhadap Desi. Desi pun siap dikonfrontasi dengan Max. Desi bahkan telah menyimpan sejumlah bukti seperti bercak darah. (aan/nrl)
"Konfrontir tidak diatur dalam tata beracara BK. Konfrontir tergantung pada kedua pihak apakah bersedia atau tidak. Karena, tidak semua orang mau berkonfrontatif secara langsung. Untuk itu, BK tidak mengambil langkah tersebut," kata Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun kepada detikcom, Jumat (27/6/2008).
Dikatakan Gayus, BK telah memanggil Max maupun Desi. Keduanya tidak memiliki bukti yang disahkan oleh pihak yang berwenang.
"Dalam aturan, semua keputusan BK harus berdasarkan pembuktian. Ini tidak dimiliki oleh kedua pihak. Misalnya, bercak darah, membawa pisau itu kan harus diuji di lab, divisum. BK tidak mempunyai labkrim. Ini sudah masuk ranah pidana, bukan etika," papar Gayus.
Menurut dia, BK segera akan menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Max Moein.
"BK akan memutuskan apakah kasus ini dibawa ke ranah hukum atau tidak," ujar politisi PDIP ini.
Dalam kesempatan terpisah, anggota BK Anshari Siregar menyampaikan hal senada. "BK akan rapat membicarakan langkah selanjutnya. Apakah dikonfrontir atau perkara Desi diserahkan ke ranah hukum atau polisi," ujarnya.
Max Moein membantah 100 persen telah melakukan pelecehan seksual terhadap Desi. Desi pun siap dikonfrontasi dengan Max. Desi bahkan telah menyimpan sejumlah bukti seperti bercak darah. (aan/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
