Upaya RI Atasi Kabut Asap Dipuji Asia Tenggara
Senin, 23/06/2008 15:55 WIB
Singapura
Pejabat-pejabat Asia Tenggara memuji upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi kabut asap. Kabut asap akibat pembakaran hutan di Indonesia itu, setiap tahunnya menyerang negara-negara Asia Tenggara.
Kabut asap itu biasanya terjadi pada Mei hingga Oktober setiap tahunnya. "Saya tidak bisa bilang kalau tak akan ada kabut asap," kata Yaacob Ibrahim, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura.
Hal tersebut disampaikan Yaacob usai pembicaraan dengan para pejabat regional mengenai cara-cara mengatasi kabut asap. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/6/2008).
"Namun meski begitu, kami juga mencatat upaya-upaya mitra senegara kita Indonesia. Mereka telah menetapkan target dan menegaskan target itu untuk mengurangi titik-titik api hingga 50 persen, dan kita sambut itu," imbuh Yaacob.
Menurut petinggi negeri Singaitu, target itu mendorong adanya optimisme bahwa "situasi ini akan sedikit lebih baik" daripada tahun 2006, saat kabut asap parah yang terakhir.
Dalam pertemuan di Singapura itu, perwakilan dari Brunei, Malaysia, Thailand dan Indonesia juga hadir. "Selama beberapa bulan ke depan, aktivitas titik api yang meningkat mungkin terjadi di wilayah-wilayah rentan kebakaran di Sumatera, semenanjung Malaysia dan Kalimantan, khususnya selama periode musim kemarau yang panjang," demikian statemen komite regional dalam pertemuan di Singapura. (ita/nrl)
Kabut asap itu biasanya terjadi pada Mei hingga Oktober setiap tahunnya. "Saya tidak bisa bilang kalau tak akan ada kabut asap," kata Yaacob Ibrahim, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura.
Hal tersebut disampaikan Yaacob usai pembicaraan dengan para pejabat regional mengenai cara-cara mengatasi kabut asap. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/6/2008).
"Namun meski begitu, kami juga mencatat upaya-upaya mitra senegara kita Indonesia. Mereka telah menetapkan target dan menegaskan target itu untuk mengurangi titik-titik api hingga 50 persen, dan kita sambut itu," imbuh Yaacob.
Menurut petinggi negeri Singaitu, target itu mendorong adanya optimisme bahwa "situasi ini akan sedikit lebih baik" daripada tahun 2006, saat kabut asap parah yang terakhir.
Dalam pertemuan di Singapura itu, perwakilan dari Brunei, Malaysia, Thailand dan Indonesia juga hadir. "Selama beberapa bulan ke depan, aktivitas titik api yang meningkat mungkin terjadi di wilayah-wilayah rentan kebakaran di Sumatera, semenanjung Malaysia dan Kalimantan, khususnya selama periode musim kemarau yang panjang," demikian statemen komite regional dalam pertemuan di Singapura. (ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
