Aktivis Lingkungan Sesalkan Mutasi Kapolres Pelalawan
Senin, 16/06/2008 17:07 WIB
Pekanbaru
Mutasi Kapolres Pelalawan di Riau oleh Mabes Polri dinilai bernuansa politis. Pemutasian itu diduga didalangi para mafia illegal logging.
Kapolres Pelalawan, AKBP I Gusti K Gunawa mendadak dicopot dari jajaran Polda Riau untuk bertugas di Bali. Padahal Gusti selama ini cukup dikenal kalangan jurnalis sebagai salah satu Kapolres yang tegas soal pemberantasan illegal logging.
"Masih banyak tugas Kapolres Pelalawan yang masih terkendala. Salah satunya penyidikan atas temuan ratusan ribu batang kayu milik CV Alam Lestari. Namun tiba-tiba di perjalanan dimutasikan begitu saja. Kami sangat kecewa melihat kebijakan Mabes Polri yang terkesan tidak berpihak pada penegakan hukum bidang kehutanan," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Johny S Mundung, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (16/6/2008) di Pekanbaru.
Sedangkan Direktur Tropika, Harijal Jalil, mengatakan kasus illegal logging marak di Kabupaten Pelalawan. Di mana di wilayah hukum itu, berdiri sebuah perusahaan pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara. Banyak kiprah Kapolres Pelalawan, I Gusti yang mengejutkan semua pihak dalam pemberantasan illegal logging.
Prestasi gemilangnya dapat dilihat dari ditemukannya ratusan ribu batang kayu di lokasi PT Alam Lestari yang masih berkiblat ke perusahaan kayu terbesar di Asia Tenggara itu. Jumlah kayu illegal di CV Alam Letari jika disambungkan dapat meghubungkan dari Aceh hingga ke Lampung. Polres setempat berhasil menemukan ratusan batang kayu alam atas nama PT Madukoro.
"Pemutasian Kapolres Pelalawan ini menjadi tanda tanya besar bagi kita. Sebenarnya ada apa di balik pemutasian mendadak yang dilakukan Mabes Polri. Mengapa para pimpinan di Polda Riau yang getol memerangi illegal logging malah diamputasi semuanya. Mabes Polri semkin tidak jelas komitmennya untuk menyelamatkan hutan di negara kita ini," kata Harijal.
Harijal menduga kuat, pemutasian mantan Kapolda Riau Sutjiptadi serta Kapolres Pelalawan merupakan bentuk konsfirasi tingkat tinggi mafia kayu dengan oknum-oknum di Mabes Polri.
"Pemutasian yang dilakukan Mabes Polri akan membawa unsur psikologis buruk kepada sejumlah pimpinan polisi di Riau. Sebab mereka akan trauma jika terlalu getol memerangi persoalan illegal logging. Dengan demikian, maka dapat kita simpulkan, kasus illegal logging di Riau akan terus berlangsung. Yang diuntungkan jelas mafia kayu," kata Harijal. (cha/djo)
Kapolres Pelalawan, AKBP I Gusti K Gunawa mendadak dicopot dari jajaran Polda Riau untuk bertugas di Bali. Padahal Gusti selama ini cukup dikenal kalangan jurnalis sebagai salah satu Kapolres yang tegas soal pemberantasan illegal logging.
"Masih banyak tugas Kapolres Pelalawan yang masih terkendala. Salah satunya penyidikan atas temuan ratusan ribu batang kayu milik CV Alam Lestari. Namun tiba-tiba di perjalanan dimutasikan begitu saja. Kami sangat kecewa melihat kebijakan Mabes Polri yang terkesan tidak berpihak pada penegakan hukum bidang kehutanan," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Johny S Mundung, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (16/6/2008) di Pekanbaru.
Sedangkan Direktur Tropika, Harijal Jalil, mengatakan kasus illegal logging marak di Kabupaten Pelalawan. Di mana di wilayah hukum itu, berdiri sebuah perusahaan pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara. Banyak kiprah Kapolres Pelalawan, I Gusti yang mengejutkan semua pihak dalam pemberantasan illegal logging.
Prestasi gemilangnya dapat dilihat dari ditemukannya ratusan ribu batang kayu di lokasi PT Alam Lestari yang masih berkiblat ke perusahaan kayu terbesar di Asia Tenggara itu. Jumlah kayu illegal di CV Alam Letari jika disambungkan dapat meghubungkan dari Aceh hingga ke Lampung. Polres setempat berhasil menemukan ratusan batang kayu alam atas nama PT Madukoro.
"Pemutasian Kapolres Pelalawan ini menjadi tanda tanya besar bagi kita. Sebenarnya ada apa di balik pemutasian mendadak yang dilakukan Mabes Polri. Mengapa para pimpinan di Polda Riau yang getol memerangi illegal logging malah diamputasi semuanya. Mabes Polri semkin tidak jelas komitmennya untuk menyelamatkan hutan di negara kita ini," kata Harijal.
Harijal menduga kuat, pemutasian mantan Kapolda Riau Sutjiptadi serta Kapolres Pelalawan merupakan bentuk konsfirasi tingkat tinggi mafia kayu dengan oknum-oknum di Mabes Polri.
"Pemutasian yang dilakukan Mabes Polri akan membawa unsur psikologis buruk kepada sejumlah pimpinan polisi di Riau. Sebab mereka akan trauma jika terlalu getol memerangi persoalan illegal logging. Dengan demikian, maka dapat kita simpulkan, kasus illegal logging di Riau akan terus berlangsung. Yang diuntungkan jelas mafia kayu," kata Harijal. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
