RI-Malaysia Buat TV Bersama
Kamis, 12/06/2008 13:43 WIB
Jakarta
Stasiun televisi di Indonesia akan semakin semarak. Indonesia dan Malaysia sepakat menjalin kerjasama membuat news TV channel.
"Ada keinginan antara Indonesia dan Malaysia membuat televisi bersama dalam bentuk news TV channel," ujar Menkominfo Muhammad Nuh.
Dia mengatakan itu didampingi Menteri Penerangan Malaysia Dato' Ahmad Shabery usai menandatangani MoU Kerjasama Penyiaran Televisi antara Indonesia-Malaysia di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2008).
Menurut Nuh, pertimbangan utama membuat televisi bersama adalah potensi penduduk kedua negara yang besar dan kualitas bermedia antara kedua negara yang berbeda.
"Potensi penduduk hampir 300 juta jiwa serta penekanan terhadap berita aktual di kedua negara menjadi salah satu bahan pertimbangan. Tapi ini baru wacana," jelas Nuh.
"Kalau di sini pemerintah tidak bisa intervensi. Sementara di Malaysia berita masih dikontrol oleh pemerintah," lanjut Nuh.
Nuh menjelaskan, realisasi kerjasama masih terus akan dikaji setelah penandatanganan MoU hari ini .
Selain kerjasama penyiaran, Nuh menuturkan, Indonesia dan Malaysia akan memperluas kerjasama pertukaran karyawan di bidang penyiaran, baik radio, televisi dan media cetak.
"Misalnya staf RRI atau TVRI training di Malaysia dan sebaliknya. Staf lembaga penyiaran pemerintah Malaysia juga bisa ke Indonesia," kata dia.
Nuh menekankan, pertukaran ini tidak hanya berlaku bagi lembaga pemerintah saja tapi juga pada lembaga swasta, berbayar, publik dan komunitas. (nik/gah)
"Ada keinginan antara Indonesia dan Malaysia membuat televisi bersama dalam bentuk news TV channel," ujar Menkominfo Muhammad Nuh.
Dia mengatakan itu didampingi Menteri Penerangan Malaysia Dato' Ahmad Shabery usai menandatangani MoU Kerjasama Penyiaran Televisi antara Indonesia-Malaysia di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2008).
Menurut Nuh, pertimbangan utama membuat televisi bersama adalah potensi penduduk kedua negara yang besar dan kualitas bermedia antara kedua negara yang berbeda.
"Potensi penduduk hampir 300 juta jiwa serta penekanan terhadap berita aktual di kedua negara menjadi salah satu bahan pertimbangan. Tapi ini baru wacana," jelas Nuh.
"Kalau di sini pemerintah tidak bisa intervensi. Sementara di Malaysia berita masih dikontrol oleh pemerintah," lanjut Nuh.
Nuh menjelaskan, realisasi kerjasama masih terus akan dikaji setelah penandatanganan MoU hari ini .
Selain kerjasama penyiaran, Nuh menuturkan, Indonesia dan Malaysia akan memperluas kerjasama pertukaran karyawan di bidang penyiaran, baik radio, televisi dan media cetak.
"Misalnya staf RRI atau TVRI training di Malaysia dan sebaliknya. Staf lembaga penyiaran pemerintah Malaysia juga bisa ke Indonesia," kata dia.
Nuh menekankan, pertukaran ini tidak hanya berlaku bagi lembaga pemerintah saja tapi juga pada lembaga swasta, berbayar, publik dan komunitas. (nik/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
