Dituduh Menyantet, Satu Keluarga Dikubur Hidup-hidup
Rabu, 11/06/2008 14:10 WIB
New Delhi
Satu keluarga yang terdiri dari empat orang menemui ajal secara mengenaskan. Mereka dilempari batu dan dikuburkan hidup-hidup oleh warga desa. Gara-garanya, warga menuduh mereka telah melakukan santet.
Peristiwa ini terjadi di Desa Koilajuli Milanpur di Assam, India seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (11/6/2008).
Awalnya Lakhan Majhi dipanggil ke rumah kepala desa untuk mengikuti pertemuan publik pada Selasa, 10 Juni makam waktu setempat. Ratusan tetangga Majhi menuding pria berusia 65 tahun itu menyantet seorang warga desa yang meninggal setelah jatuh sakit.
Kecurigaan warga timbul pada Majhi setelah dia mendatangi pria yang sakit itu untuk melakukan ritual agama.
Atas kecurigaan itu, warga desa melempari Majhi dengan batu. Begitu pula dengan istrinya, anak laki-lakinya dan menantu perempuan Majhi. Setelah dilempari batu, mereka berempat diseret ke hutan terdekat. Masih dalam keadaan hidup, mereka kemudian dikubur oleh warga desa.
Lebih dari 500 orang telah tewas di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir karena para tetangga mengira mereka dukun.
Di wilayah-wilayah pedesaan India, praktek supranatural terbilang marak. Kondisi di daerah-daerah yang warganya berpendidikan rendah itu sangat memprihatinkan. Selain belum ada pasokan listrik, wilayah tersebut juga tak memiliki air minum yang bersih, pelayanan kesehatan yang buruk dan banyaknya penyakit yang timbul.
(ita/nrl)
Peristiwa ini terjadi di Desa Koilajuli Milanpur di Assam, India seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (11/6/2008).
Awalnya Lakhan Majhi dipanggil ke rumah kepala desa untuk mengikuti pertemuan publik pada Selasa, 10 Juni makam waktu setempat. Ratusan tetangga Majhi menuding pria berusia 65 tahun itu menyantet seorang warga desa yang meninggal setelah jatuh sakit.
Kecurigaan warga timbul pada Majhi setelah dia mendatangi pria yang sakit itu untuk melakukan ritual agama.
Atas kecurigaan itu, warga desa melempari Majhi dengan batu. Begitu pula dengan istrinya, anak laki-lakinya dan menantu perempuan Majhi. Setelah dilempari batu, mereka berempat diseret ke hutan terdekat. Masih dalam keadaan hidup, mereka kemudian dikubur oleh warga desa.
Lebih dari 500 orang telah tewas di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir karena para tetangga mengira mereka dukun.
Di wilayah-wilayah pedesaan India, praktek supranatural terbilang marak. Kondisi di daerah-daerah yang warganya berpendidikan rendah itu sangat memprihatinkan. Selain belum ada pasokan listrik, wilayah tersebut juga tak memiliki air minum yang bersih, pelayanan kesehatan yang buruk dan banyaknya penyakit yang timbul.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
