Laporan dari Paris
Kereta Supercepat TGV, Muahal Tapi Uenak
Senin, 02/06/2008 07:49 WIB
Paris
Jika Anda mampir ke Paris, sempatkanlah menjajal kereta api TGV (Train a Grande Vitessejangan). Meski harga tiket cukup mahal, naik kereta api supercepat ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kenyamanan yang diberikan sebanding dengan tarif yang mahal.
Kalau saja Thomas Alfa Edison masih hidup, dia bisa menikmati hasil penemuannya di bidang listrik dengan naik kereta listrik supercepat yang dikembangkan banyak negara maju.
Gara-gara penemuannya, kereta api tidak lagi melulu berbahan baker diesel seperti yang diciptakan Murdocks atau memakai batubara. Kereta api kini berlomba menempuh perjalanan waktu yang paling cepat dengan mengandalkan listrik.
Prancis adalah salah satu negara yang sangat inovatif mengembangkan teknologi kereta cepat listrik. Kereta api TGV (Train a Grande Vitesse) kini menjadi andalan dengan waktu tempuh yang cepat untuk menghubungi negara-negara tetangganya seperti Belgia, Jerman, Swiss, Luxemburg dan Belanda.
Reporter detikcom Irna Gustia berkesempatan mencoba kereta api supercepat TGV itu dalam perjalanan Paris-Belgia pada 25 Mei 2008 dan rute Luxemburg-Paris pada 28 Mei 2008.
Terbukti memang kereta api TGV dengan nama Thalys itu benar-benar nyaman dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit untuk jarak Paris-Brussels, Belgia, sepanjang 300 kilometer.
Dari bandara domestik Paris, perjalanan menuju Brussels dimulai dengan membayar tiket yang lumayan mahal 75 euro atau Rp 1,1 juta. Konon harga tiket saat ini sudah lebih murah dibanding dulu agar bisa bersaing dengan pesawat. TGV telah ikut meningkatkan mobilitas di negara-negara Eropa.
Kereta berjalan tepat waktu sekitar pukul 16.15 waktu Paris. Dengan harga yang relatif mahal itu kenyamanan memang sangat terasa dimulai dari bersihnya kondisi stasiun di Paris.
Di dalam kereta juga sangat lega dengan barisan kursi 2 dan 1. Bentuk kursinya seperti di pesawat terbang. Antara pintu gerbong satu dengan gerbong lainnya terdapat lemari untuk menyimpan tas sehingga penumpang tidak perlu repot membawa barangnya hingga ke tempat duduk.
TGV Thalys memiliki kecepatan sekitar 250 kilometer per jam, ini memang bukan kereta paling cepat TGV karena ada yang kecepatannya mencapai 550 kilometer per jam.
TGV yang pertama kali dioperasikan untuk umum tahun 1974 untuk rute Paris-Lyon bukan kereta cepat pertama di dunia, karena sebelumnya pada tahun 1964 Jepang sudah lebih dulu membuat Shinkansen yang menghubungkan Tokyo-Osaka. TGV diproduksi oleh pabrik kereta api Alstom.
Selama perjalanan 1 jam 30 menit itu kereta api Thalys hanya berhenti di satu stasiun besar selama kurang lebih 10 menit. Sama sekali tidak terasa goncangan atau kecepatan yang menakutkan di dalam kereta.
Berada di TGV Thalys rasanya bukan seperti di dalam kereta karena penumpang bisa istirahat. Tidak ada fasilitas makanan di dalam kereta ini, namun penumpang bisa membeli makanan seperti di kafe tapi pembeli harus antre.
Perjalanan Paris-Brussels atau Luxemburg-Paris relatif datar-datar saja. Jarang sekali menemukan belokan tajam atau berjalan di atas sungai. Pemandangan sekitar banyak melewati pertanian anggur atau peternakan sapi.
Petugas kereta mengecek tiket penumpang satu kali. Tepat selama 1 jam 30 menit kereta tiba di stasiun Brussels Midi. Tidak ada cerita kereta terlambat kecuali ada kejadian khusus.
(ir/nrl)
Kalau saja Thomas Alfa Edison masih hidup, dia bisa menikmati hasil penemuannya di bidang listrik dengan naik kereta listrik supercepat yang dikembangkan banyak negara maju.
Gara-gara penemuannya, kereta api tidak lagi melulu berbahan baker diesel seperti yang diciptakan Murdocks atau memakai batubara. Kereta api kini berlomba menempuh perjalanan waktu yang paling cepat dengan mengandalkan listrik.
Prancis adalah salah satu negara yang sangat inovatif mengembangkan teknologi kereta cepat listrik. Kereta api TGV (Train a Grande Vitesse) kini menjadi andalan dengan waktu tempuh yang cepat untuk menghubungi negara-negara tetangganya seperti Belgia, Jerman, Swiss, Luxemburg dan Belanda.
Reporter detikcom Irna Gustia berkesempatan mencoba kereta api supercepat TGV itu dalam perjalanan Paris-Belgia pada 25 Mei 2008 dan rute Luxemburg-Paris pada 28 Mei 2008.
Terbukti memang kereta api TGV dengan nama Thalys itu benar-benar nyaman dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit untuk jarak Paris-Brussels, Belgia, sepanjang 300 kilometer.
Dari bandara domestik Paris, perjalanan menuju Brussels dimulai dengan membayar tiket yang lumayan mahal 75 euro atau Rp 1,1 juta. Konon harga tiket saat ini sudah lebih murah dibanding dulu agar bisa bersaing dengan pesawat. TGV telah ikut meningkatkan mobilitas di negara-negara Eropa.
Kereta berjalan tepat waktu sekitar pukul 16.15 waktu Paris. Dengan harga yang relatif mahal itu kenyamanan memang sangat terasa dimulai dari bersihnya kondisi stasiun di Paris.
Di dalam kereta juga sangat lega dengan barisan kursi 2 dan 1. Bentuk kursinya seperti di pesawat terbang. Antara pintu gerbong satu dengan gerbong lainnya terdapat lemari untuk menyimpan tas sehingga penumpang tidak perlu repot membawa barangnya hingga ke tempat duduk.
TGV Thalys memiliki kecepatan sekitar 250 kilometer per jam, ini memang bukan kereta paling cepat TGV karena ada yang kecepatannya mencapai 550 kilometer per jam.
TGV yang pertama kali dioperasikan untuk umum tahun 1974 untuk rute Paris-Lyon bukan kereta cepat pertama di dunia, karena sebelumnya pada tahun 1964 Jepang sudah lebih dulu membuat Shinkansen yang menghubungkan Tokyo-Osaka. TGV diproduksi oleh pabrik kereta api Alstom.
Selama perjalanan 1 jam 30 menit itu kereta api Thalys hanya berhenti di satu stasiun besar selama kurang lebih 10 menit. Sama sekali tidak terasa goncangan atau kecepatan yang menakutkan di dalam kereta.
Berada di TGV Thalys rasanya bukan seperti di dalam kereta karena penumpang bisa istirahat. Tidak ada fasilitas makanan di dalam kereta ini, namun penumpang bisa membeli makanan seperti di kafe tapi pembeli harus antre.
Perjalanan Paris-Brussels atau Luxemburg-Paris relatif datar-datar saja. Jarang sekali menemukan belokan tajam atau berjalan di atas sungai. Pemandangan sekitar banyak melewati pertanian anggur atau peternakan sapi.
Petugas kereta mengecek tiket penumpang satu kali. Tepat selama 1 jam 30 menit kereta tiba di stasiun Brussels Midi. Tidak ada cerita kereta terlambat kecuali ada kejadian khusus.
(ir/nrl)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
