detikcom
Sabtu, 31/05/2008 15:52 WIB

PAN Siapkan 10 Jurus Dewa Mabuk di Pemilu 2009

Irawulan - detikNews
Surabaya - Rakernas III PAN di Surabaya telah ditutup secara resmi oleh Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB). Dari Rakernas III ini, PAN bertekad meraih 100 kursi DPR dalam Pemilu 2009. Ada 10 jurus dewa mabuk yang disiapkan.

Di depan peserta rakernas, SB menyatakan PAN sudah menyiapkan berbagai program untuk memenangkan partai yang dia pimpin. Dan kata SB, untuk merealisasikan target 100 kursi di Senayan dan 15 persen suara di DPRD, berpulang kepada masing-masing pengurus wilayah dan daerah.

"Program kerja partai sudah kita ubah. Dulu masih dari DPP, tapi sekarang kembali kearifan lokal," kata dia kepada wartawan seusai penutupan Rakernas III PAN di Hotel JW Marriott, Surabaya, Sabtu (31/5/2008).

Oleh sebab itu, tambah pria asal Pekalongan Jawa Tengah ini, kader PAN harus berpikir positif dan menggunakan paradigma pikiran out of the box.

"Gunakan jurus dewa mabuk. Jurus mabuk pertama sudah digunakan di Semarang dengan mengumpulkan suara terbanyak dan jurus mabuk seri kedua dengan iklan politic marketing sekarang. Nanti akan ada jurus dewa mabuk hingga seri ke sepuluh pada saat kader PAN memimpin bangsa Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, SB mencontohkan kasus di Banyuwangi. PAN di daerah ujung Jawa Timur itu tidak mempunyai kursi. Namun pihaknya mendorong pengurus setempat untuk mencari tokoh lokal yang bisa menarik simpati masyarakat. Karena PAN saat ini sudah berubah dan menggunakan paradigma baru.

"Sekarang itu fenomena PAN. PAN sekarang mampu meraih kemenangan di pilkada, ada 21 kepala daerah berhasil," ujarnya.
(bdh/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%