Jelang Pilpres 2009
Wiranto & Andi Mallarangeng Bicara Iklan Politik di DPR
Jumat, 30/05/2008 14:19 WIB
Jakarta
Di televisi, iklan-iklan politik beraroma Pilpres 2009 berseliweran. Orang-orang yang berniat maju di 2009 berlomba-lomba menampilkan diri menjadi yang terbaik di mata rakyat.
SBY dan JK beriklan melalui aktivitas sehari-harinya sebagai presiden dan wakil presiden. Sedangkan calon lainnya khusus menyewa konsultan media untuk membentuk citra dirinya begitu menawan di mata publik. Sebut saja Sutrisno Bachir (SB), Wiranto, Prabowo, dan lainnya.
Untuk mengupas hal itu, digelarlah diskusi bertajuk 'Efektivitas Pencitraan Pemimpin Melalui Iklan' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/5/2008). Hadir sebagai pembicara Ketum DPP Hanura Wiranto dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Selain itu Ketua FPKS DPR Mahfudz Siddik, Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan, dan pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali juga menjadi pembicara. Moderator diskusi adalah produser Global TV Danang Sanggabuwana.
Menurut Effendy Ghazali, menjelang pemilu, wajar saja para tokoh memanfaatkan media untuk mencitrakan dirinya. Agar iklan tersebut efektif, pengiklan harus menyadari tahapan-tahapan iklan agar pencitraannya diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal ini penting agar iklan yang ditampilkan mencerdaskan publik.
"Wajar saja mereka menggunakan media untuk iklan politik, tetapi harus benar tahapannya agar memenuhi target. Biasanya dalam proses iklan, tahapan awalnya introducing, kedua positioning, ketiga comparing atau attacking," jelas Effendy.
Saat memakai konsep attacking, sambungnya, harus menggunakan data-data sehingga masyarakat paham visi dan misi calon. Kalau tidak, mereka hanya seperti dewa-dewa yang tidak ada cacatnya. Hal ini tentu tidak baik untuk pendidikan politik masyarakat.
Staf pengajar UI tersebut mengatakan, iklan BBM Wiranto adalah jenis iklan yang menggunakan konsep attacking. Yang bersangkutan harus mencari data dulu sebelum membandingkan atau menyerang kebijakan lawannya. Kalau data Wiranto benar maka dia akan diuntungkan. Sebaliknya bila salah, lawannya yang meneguk keuntungan.
"Kalau iklan SB itu proses introducing, belum positioning bahkan attacking. Namun pada akhirnya pasti sampai ke arah sana, karena teorinya begitu," tandas penggagas Republik Mimpi ini. (nvt/nrl)
SBY dan JK beriklan melalui aktivitas sehari-harinya sebagai presiden dan wakil presiden. Sedangkan calon lainnya khusus menyewa konsultan media untuk membentuk citra dirinya begitu menawan di mata publik. Sebut saja Sutrisno Bachir (SB), Wiranto, Prabowo, dan lainnya.
Untuk mengupas hal itu, digelarlah diskusi bertajuk 'Efektivitas Pencitraan Pemimpin Melalui Iklan' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/5/2008). Hadir sebagai pembicara Ketum DPP Hanura Wiranto dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Selain itu Ketua FPKS DPR Mahfudz Siddik, Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan, dan pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali juga menjadi pembicara. Moderator diskusi adalah produser Global TV Danang Sanggabuwana.
Menurut Effendy Ghazali, menjelang pemilu, wajar saja para tokoh memanfaatkan media untuk mencitrakan dirinya. Agar iklan tersebut efektif, pengiklan harus menyadari tahapan-tahapan iklan agar pencitraannya diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal ini penting agar iklan yang ditampilkan mencerdaskan publik.
"Wajar saja mereka menggunakan media untuk iklan politik, tetapi harus benar tahapannya agar memenuhi target. Biasanya dalam proses iklan, tahapan awalnya introducing, kedua positioning, ketiga comparing atau attacking," jelas Effendy.
Saat memakai konsep attacking, sambungnya, harus menggunakan data-data sehingga masyarakat paham visi dan misi calon. Kalau tidak, mereka hanya seperti dewa-dewa yang tidak ada cacatnya. Hal ini tentu tidak baik untuk pendidikan politik masyarakat.
Staf pengajar UI tersebut mengatakan, iklan BBM Wiranto adalah jenis iklan yang menggunakan konsep attacking. Yang bersangkutan harus mencari data dulu sebelum membandingkan atau menyerang kebijakan lawannya. Kalau data Wiranto benar maka dia akan diuntungkan. Sebaliknya bila salah, lawannya yang meneguk keuntungan.
"Kalau iklan SB itu proses introducing, belum positioning bahkan attacking. Namun pada akhirnya pasti sampai ke arah sana, karena teorinya begitu," tandas penggagas Republik Mimpi ini. (nvt/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
