Penemu Blue Energy Raib
Negara Harus Bertanggung Jawab
Jumat, 23/05/2008 09:25 WIB
Jakarta
Penemu blue energy Joko Suprapto hilang dan hingga kini belum ditemukan. Negara harus bertanggung jawab atas hilangnya alumni Fakultas Teknik Elektro UGM itu.
"Kita kehilangan putera terbaik yang memiliki kemampuan energi alternatif bagi kehidupan kita. Terlebih lagi kemampuan dia menjadikan air sebagai bahan bakar selain BBM. Saya kira ini luar biasa sekali," kata Effendi Choirie, anggota Komisi I DPR, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
Gus Choi, begitu Effendi Choirie biasa dipanggil, menduga meskipun belum diketahui Joko Suprapto hilang karena diculik atau sebab lainnya, namun sangat diduga hilangnya Joko terkait dengan penemuannya. "Mungkin ada yang tidak suka dengan potensi dan keilmuan dia. Mungkin ada yang dirugikan dengan apa yang dia produksi," ujar anggota DPR asli Gresik, Jatim, ini.
Untuk itu, kata Gus Choi, negara harus bertanggung jawab dan mengusutnya hingga tuntas. "Keamanan individu menjadi tanggung jawab negara juga. Dan keamanan dia (Joko) tidak terjaga," tutur Gus Choi.
Gus Choi menilai, penemuan Joko sangat berharga, terlebih saat harga minyak dunia tengah menjulang tinggi. "Saya baru tahu soal ini. Kenapa seperti ini diabaikan pemerintah?" tanya Gus Choi.
Penemu blue energy, Joko Suprapto, hilang sejak 7 Mei 2008 dan hingga kini keberadaannya belum diketahui. Informasi yang telah beredar luas, pria asal Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jatim, ini hilang setelah pada 7 Mei 2008 lalu naik pesawat ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Namun belum jelas dia hilang karena diculik atau sebab lain. Ditengarai, raibnya Joko terkait teknologi temuannya itu. Temuan Joko ini sudah diterapkan dalam ekspedisi Jakarta-Bali menjelang United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) Desember 2007 di Bali.
Mobil yang digunakan uji coba dalam ekspedisi waktu itu adalah 2 Ford Ranger 2500 CC, 1 Isuzu Panther Diesel 2500 CC, 1 Mazda Familia 1800 CC dan 1 bus Mitsubishi 4000 CC.
Ekspedisi ini diberangkatkan Presiden SBY dari kediaman pribadi Presiden di Puri Cikeas Indah tanggal 26 November 2007, dan sukses tiba di Bali pada 3 Desember 2007.
Temuan Joko rencananya akan diproduksi massal dengan kapasitas produksi 10 liter per detik atau setara dengan 5 ribu barel per hari. Tempat produksi juga dipusatkan di Cikeas, Bogor, yang peletakan batu pertamanya juga dilakukan Presiden SBY. (mar/nrl)
"Kita kehilangan putera terbaik yang memiliki kemampuan energi alternatif bagi kehidupan kita. Terlebih lagi kemampuan dia menjadikan air sebagai bahan bakar selain BBM. Saya kira ini luar biasa sekali," kata Effendi Choirie, anggota Komisi I DPR, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
Gus Choi, begitu Effendi Choirie biasa dipanggil, menduga meskipun belum diketahui Joko Suprapto hilang karena diculik atau sebab lainnya, namun sangat diduga hilangnya Joko terkait dengan penemuannya. "Mungkin ada yang tidak suka dengan potensi dan keilmuan dia. Mungkin ada yang dirugikan dengan apa yang dia produksi," ujar anggota DPR asli Gresik, Jatim, ini.
Untuk itu, kata Gus Choi, negara harus bertanggung jawab dan mengusutnya hingga tuntas. "Keamanan individu menjadi tanggung jawab negara juga. Dan keamanan dia (Joko) tidak terjaga," tutur Gus Choi.
Gus Choi menilai, penemuan Joko sangat berharga, terlebih saat harga minyak dunia tengah menjulang tinggi. "Saya baru tahu soal ini. Kenapa seperti ini diabaikan pemerintah?" tanya Gus Choi.
Penemu blue energy, Joko Suprapto, hilang sejak 7 Mei 2008 dan hingga kini keberadaannya belum diketahui. Informasi yang telah beredar luas, pria asal Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jatim, ini hilang setelah pada 7 Mei 2008 lalu naik pesawat ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Namun belum jelas dia hilang karena diculik atau sebab lain. Ditengarai, raibnya Joko terkait teknologi temuannya itu. Temuan Joko ini sudah diterapkan dalam ekspedisi Jakarta-Bali menjelang United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) Desember 2007 di Bali.
Mobil yang digunakan uji coba dalam ekspedisi waktu itu adalah 2 Ford Ranger 2500 CC, 1 Isuzu Panther Diesel 2500 CC, 1 Mazda Familia 1800 CC dan 1 bus Mitsubishi 4000 CC.
Ekspedisi ini diberangkatkan Presiden SBY dari kediaman pribadi Presiden di Puri Cikeas Indah tanggal 26 November 2007, dan sukses tiba di Bali pada 3 Desember 2007.
Temuan Joko rencananya akan diproduksi massal dengan kapasitas produksi 10 liter per detik atau setara dengan 5 ribu barel per hari. Tempat produksi juga dipusatkan di Cikeas, Bogor, yang peletakan batu pertamanya juga dilakukan Presiden SBY. (mar/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
