Iklan Politik, Wiranto Mulai Perang Terbuka dengan SBY
Kamis, 22/05/2008 06:21 WIB
Jakarta
Rencana kenaikan harga BBM berdampak pada popularitas Presiden SBY. Itu menjadi peluru bagi lawan-lawan politik untuk melakukan 'serangan'. Dan salah satunya melalui iklan politik.
"Ini perang terbuka. Ini kondisi yang sangat mudah dimanfaatkan oleh kompetitor politik SBY. Saat ini tepat untuk menjatuhkan popularitas SBY dan menaikkan citra kompetitor," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, saat dihubungi detikcom mengenai iklan Wiranto, Rabu (21/5/2008).
Akan tetapi, menurut Bima Arya, SBY tidak perlu panik ataupun defensif terhadap manuver lawan-lawan politiknya. SBY juga tidak perlu bertahan di balik komentar-komentar para menteri dan orang dekatnya.
"Harusnya SBY langsung saja melakukan debat publik, menjelaskan kepada masayarakat tentang pilihannya itu. Bukan hanya mengandalkan menteri atau juru bicara untuk ngomong," tantang doktor ilmu politik lulusan Australian National University (ANU) ini.
Bima Arya justru menyayangkan sikap istana yang justru menyerang balik iklan Wiranto. Lewat Mensesneg Hatta Rajasa, SBY membantah telah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM.
"Catatan saya, SBY memang pernah bicara tidak akan menaikkan harga BBM. Daripada debat di media, debat publik saja," usul Bima Arya.
Dalam catatannya, SBY pernah berjanji tanggal 7 November 2007 usai pelantikan KSAL. Dia bilang, tidak ada opsi untuk itu (menaikkan harga BBM). Juga tanggal 5 Maret 2008. Pada waktu itu SBY lebih memilih penghematan energi daripada menaikkan harga BBM.
"Itu menunjukkan SBY kurang bisa memprediksi keadaan," sesal Bima Arya.
Iklan Wiranto tersebut dibuat setengah halaman koran. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:
'Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah pertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati.' (Ari/ndr)
"Ini perang terbuka. Ini kondisi yang sangat mudah dimanfaatkan oleh kompetitor politik SBY. Saat ini tepat untuk menjatuhkan popularitas SBY dan menaikkan citra kompetitor," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, saat dihubungi detikcom mengenai iklan Wiranto, Rabu (21/5/2008).
Akan tetapi, menurut Bima Arya, SBY tidak perlu panik ataupun defensif terhadap manuver lawan-lawan politiknya. SBY juga tidak perlu bertahan di balik komentar-komentar para menteri dan orang dekatnya.
"Harusnya SBY langsung saja melakukan debat publik, menjelaskan kepada masayarakat tentang pilihannya itu. Bukan hanya mengandalkan menteri atau juru bicara untuk ngomong," tantang doktor ilmu politik lulusan Australian National University (ANU) ini.
Bima Arya justru menyayangkan sikap istana yang justru menyerang balik iklan Wiranto. Lewat Mensesneg Hatta Rajasa, SBY membantah telah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM.
"Catatan saya, SBY memang pernah bicara tidak akan menaikkan harga BBM. Daripada debat di media, debat publik saja," usul Bima Arya.
Dalam catatannya, SBY pernah berjanji tanggal 7 November 2007 usai pelantikan KSAL. Dia bilang, tidak ada opsi untuk itu (menaikkan harga BBM). Juga tanggal 5 Maret 2008. Pada waktu itu SBY lebih memilih penghematan energi daripada menaikkan harga BBM.
"Itu menunjukkan SBY kurang bisa memprediksi keadaan," sesal Bima Arya.
Iklan Wiranto tersebut dibuat setengah halaman koran. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:
'Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah pertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati.' (Ari/ndr)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
