detikcom
Kamis, 15/05/2008 10:04 WIB

Kue Balok, Lebih Enak Disantap Hangat

Ema Nur Arifah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Hanyalah sebuah warung tenda. Dinaungi terpal berwarna coklat dengan penerangan yang agak remang. Sebuah roda terpasang di bagian depan warung. Bagian pinggir warung berukuran sekitar 3x1 meter itu pun sengaja dibiarkan terbuka.

Bangku-bangku kayu dipasang memanjang berada di kedua sisi dan bagian belakang warung. Mengajak para pengunjungnya menikmati lembutnya kue balok dan segelas teh panas.

Asep (47) menjadi penjual kue balok sejak tahun 1993 di pinggiran Jalan raya Mochamad Toha, beberapa ratus meter setelah perempatan Tegallega atau tepatnya depan Polsekta Regol.

Dia menuturkan, usaha kue balok ini dirintis oleh ayahnya sejak tahun 1950. Selepas ayahnya meninggal, Asep melanjutkan usaha ini hingga sekarang. Rumah Asep sendiri ada di Ciparay, sehingga setiap hari dia harus membawa adonan kue dari Ciparay ke Mochamad Toha.

Kue balok merupakan jajanan tradisional murah dan nikmat khas kota intan Garut. Almarhum ayah Asep memang berasal dari Leles, Garut. Bahan pembuatannya cukup sederhana, tepung terigu, gula putih, mentega, telur dan soda kue untuk pengembang. Setelah semua bahan itu dicampur barulah siap untuk dicetak.

Adonan kue dituangkan ke dalam cetakan-cetakan kecil berbentuk balok yang terbuat dari bahan kuningan. Satu cetakan memanjang terdiri dari empat cetakan balok kecil. Setelah adonan dituangkan, sebuah benda bernama anglo disimpan di atas cetakan untuk mematangkan kue.

Mungkin akan terasa ganjil ketika melihat alat bernama anglo ini. Meski fungsinya tak jauh beda dengan oven, tapi bentuknya jauh berbeda. Anglo sebagai wadah bara api yang nantinya akan menyalurkan hawa panas untuk proses pematangan kue.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ema/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
ProKontra Index »

Vonis Seumur Hidup buat Akil Bisa Buat Jera Koruptor Lain

Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada Akil Mochtar. Hukuman ini bagi mantan hakim konstitusi Jimly Asshiddiqie cukup adil untuk memberikan efek jera. "Ya, cukup adil untuk memberi efek jera agar orang lain yang memiliki peluang tidak melakukan hal yang serupa," kata Jimly. Bila Anda setuju dengan Jimly Asshiddiqie, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%