Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 10/05/2008 16:19 WIB

Bayi Dibungkus Kain atau Gurita Hambat Nafas Si Mungil

Nadhifa Putri - detikNews
Jakarta - Setelah dilahirkan ke dunia biasanya ibu memasangkan kain gurita ke perut bayi. Konon ikatan itu dapat mengencangkan dan mencegah perut kembung pada si buah hati.

Tahukah Anda pemakaian gurita justru tidak direkomendasikan oleh dokter?

"Bayi kan bernafasnya lebih cepat dibanding dewasa. Nafas bayi alurnya juga lebih cepat. Kalau perut diikat kan nafasnya tersendat," kata Dokter spesialis anak Rumah Sakit Pondok Indah Karel Staa usai diskusi bertajuk 'Lindungi Semua Perempuan dari Kanker Serviks' di RS Pondok Indah, Jl. Metro Duta , Jakarta Selatan, Sabtu (10/5/2008).

Selain gurita, lanjut dia, orangtua juga mengikuti tradisi membungkus bayi dengan kain atau biasa dikenal dengan sebutan 'bodong bayi'. Cara ini berguna agar tali pusar bayi yang baru lahir tidak lepas sewaktu-waktu.

Namun, bodong bayi juga tidak dianjurkan oleh Karel. Menurut dia, cara tersebut tidak mempengaruhi apa pun. "Bayi itu bernafas dengan bantuan perut. Kalau perut dibodong seluruh tubuh, apa nggak malah sesak?" imbuh dia.

Karel menambahkan, tradisi bodong bayi ini biasanya dilakukan di Asia. Persatuan dokter di Amerika malah terheran-heran dengan kebiasaan aneh ini. "Waktu itu malah ditertawakan oleh dokter Amerika soal gurita dan bodong itu," tandasnya.
(ptr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%