Isu Santet Lewat HP Resahkan Warga Riau
Kamis, 08/05/2008 07:47 WIB
Pekanbaru
Mungkinkah serangan santet yang mematikan bisa dikirim lewat saluran telepon genggam? Kalau dipikir-pikir, agak mustahil. Tapi isu ini merebak di Riau dan membuat warga ketakutan.
Tidak jelas siapa yang mengisukan santet HP ini. Yang jelas, isu santet lewat HP ini menyebar ke sejumlah kabupaten di Riau. Mulai dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai dan sejumlah kota lainnnya.
Sepintas isu ini memang menggelikan. Entah siapa yang menyebarkan. Isu itu menyebutkan, jangan coba-coba menerima nomor yang muncul dengan warna merah. Nomor yang muncul di layar HP dari 08666xxx dan 06666xxxx. Bila mucul nomor tersebut dan berwarna merah, maka hal itu adalah nomor dari si penyantet.
"Kalau kita menerima nomor itu, katanya kita akan jatuh sakit dan bisa meninggal dunia,” kata Satroni, warga Dumai, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2008).
Satroni menyebutkan, gosip yang dia dengar, sudah ada warga yang meninggal dunia gara-gara menerima nomor HP warna merah itu. "Katanya sudah ada yang meninggal di Pulau Rupat, Bengkalis, gara-gara terima nomor telepon santet itu,” kata Satroni yang termakan isu santet ini.
Pembaca detikcom Zulkhaery B juga menulis e-mail terkait hal itu. "Beritanya sangat heboh di wilayah Sumatera bagian timur," katanya, Kamis (8/5/2008).
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (cha/nrl)
Tidak jelas siapa yang mengisukan santet HP ini. Yang jelas, isu santet lewat HP ini menyebar ke sejumlah kabupaten di Riau. Mulai dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai dan sejumlah kota lainnnya.
Sepintas isu ini memang menggelikan. Entah siapa yang menyebarkan. Isu itu menyebutkan, jangan coba-coba menerima nomor yang muncul dengan warna merah. Nomor yang muncul di layar HP dari 08666xxx dan 06666xxxx. Bila mucul nomor tersebut dan berwarna merah, maka hal itu adalah nomor dari si penyantet.
"Kalau kita menerima nomor itu, katanya kita akan jatuh sakit dan bisa meninggal dunia,” kata Satroni, warga Dumai, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5/2008).
Satroni menyebutkan, gosip yang dia dengar, sudah ada warga yang meninggal dunia gara-gara menerima nomor HP warna merah itu. "Katanya sudah ada yang meninggal di Pulau Rupat, Bengkalis, gara-gara terima nomor telepon santet itu,” kata Satroni yang termakan isu santet ini.
Pembaca detikcom Zulkhaery B juga menulis e-mail terkait hal itu. "Beritanya sangat heboh di wilayah Sumatera bagian timur," katanya, Kamis (8/5/2008).
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (cha/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
