Detik.com News
Detik.com
Rabu, 07/05/2008 10:05 WIB

Motor Parkir Sembarangan

Bukan Hanya Digembosi, Tapi Cabut Pentil

Maryadi - detikNews
Jakarta - Dishub DKI Jakarta tidak puas hanya dengan menggembosi ban motor. Mereka juga berencana untuk mencabut pentil ban motor yang parkir sembarangan.

"Kita sekarang lagi mau beli alatnya untuk mencabut pentil. Kita sengaja melakukan ini agar mereka lebih kesulitan lagi. Kalau pentilnya nggak ada kan pasti mereka (pengendara motor) lebih sengsara," ujar Kepala Sub Dinas Penertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Riza Hashim pada detikcom, Rabu (7/5/2008).

Riza menyatakan, Dishub melakukan ini untuk memberikan efek jera kepada pengendara motor yang parkir sembarangan. Sebab, gara-gara motor parkir di jalan arus lalu lintas menjadi ruwet. "Kemarin kan terlihat arus lalu lintas menjadi agak lancar di daerah yang biasa macet," kata Riza.

Riza mengaku, saat ini Dishub baru melakukan aksi penggembosan dan belum melakukan penggembokan. "Kalau penggembokan kami belum ada gembok untuk motor. Lagi pula belum ada desainnya," ungkap Riza.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mar/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%