Senin, 05/05/2008 13:35 WIB

Berdalih untuk Pilgub, Puluhan Mobil Rental Digelapkan

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Puluhan mobil keluaran terbaru digelapkan oleh para penyewanya. Mobil-mobil itu dipinjam pelaku dari sejumlah rental mobil di berbagai daerah. Alasan yang paling sering dipakai oleh penyewa adalah meminjam mobil dalam jangka waktu agak lama untuk operasional tim sukses pemilihan gubernur (pilgub).

Hingga Senin, (5/5/2008), Polwil Surakarta telah mengamankan 29 unit mobil. Mobil-mobil tersebut diambil dari sejumlah daerah karena oleh penyewanya telah digadaikan atau dijual kepada orang lain. Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Taufik Ansorie, mengatakan dalan waktu beberapa hari ke depan jumlah mobil yang diamankan akan mencapai sekitar 40 unit.

"Masih ada yang sedang dilacak oleh anggota kami, ada juga yang sudah diambil, ada yang sedang dalam perjalanan untuk dibawa kemari. Mobil-mobil itu menyebar di berbagai kota di antaranya di Solo, Semarang, Jakarta, Bandung, Lampung, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lainnya," ujar Taufik.

29 unit mobil yang saat ini berada di Mapolwil Surakarta, merupakan mobil-mobil keluaran 2005 hingga 2008. Polisi juga menahan tiga tersangka pelaku penggelapan bernama Himawan asal Sukoharjo, Supardi asal Solo dan Widodo alias Robert asal Wonogiri. Seorang lagi berinisial JK ditetapkan sebagai buron.

Menurut Taufik, aksi penggelepan tersebut diotaki oleh Himawan, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan koperasi sebuah operator HP. Modusnya meminjam mobil-mobil ke beberapa rental mobil dan perseorangan. Alasan yang paling sering dipakai adalah meminjam mobil untuk operasional tim sukses Pilgub.

"Biasanya tersangka memberikan uang sewa selama seminggu. Selanjutnya mobil itu digadaikan atau dijual ke pihak lain dengan harga antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Kami sedang menyelediki apakah tersangka menjual mobil-mobil itu hanya dengan STNK yang disertakan pemilik rental ataukah menjualnya dengan menyertakan BPKB palsu," papar Kapolwil.

Peminjaman mobil-mobil itu juga tidak hanya dilakukan di wilayah Surakata saja. Kelompok Himawan juga beroperasi ke daerah-daerah lain seperti Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Yudi Supriyadi misalnya, pemilik usaha rental mobil di Yogyakarta ini mengaku empat unit mobilnya disewa Himawan dua bulan lalu.

"Semula pembayaran cukup lancar. Untuk Grand Livina, Kijang LGX dan Kijang Inova harga masing-masing Rp 350 ribu per hari, sedangkan untuk Avanza seharga Rp 250 ribu per hari. Kecurigaan saya mulai muncul ketika saya akan menarik mobil-mobil itu. Karena Pak Himawan tidak bisa mengembalikan maka kami lapor ke polisi," ujar Yudi di Mapolwil Surakarta.

Keempat unit mobil milik Yudi saat ini telah diketemukan dan berada di Mapolwil Surakarta. Kehadiran Yudi ke Mapolwil juga dalam rangka serah terima empat unit mobil tersebut dari kepolisian. "Asal bisa menunjukkan dokumen resmi, si pemilik silakan mengambil mobilnya secara cuma-cuma," ujar Kapolwil.

Sementara itu Himawan yang ditemui di sela-sela pemeriksaan tim penyidik, membantah telah menjual mobil-mobil yang telah disewanya itu. Namun dia tidak menjelaskan lebih rinci. "Saya tidak menjualnya. Semua sudah saya jelaskan kepada penyidik. Tanya saja ke polisi," ujarnya sembari meninggalkan wartawan.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%