KPK Minta RUU Pengadilan Tipikor Segera Dituntaskan
Senin, 05/05/2008 11:57 WIB
Jakarta
RUU Pengadilan Tipikor yang menjadi dasar terbentuknya Pengadilan Tipikor hingga saat ini belum juga dibahas oleh DPR. RUU tersebut saat ini masih berada di tangan presiden untuk dibahas dalam sidang kabinet.
KPK meminta agar RUU ini segera dibahas di DPR. Sebab, Pengadilan Tipikor akan segera berakhir pada Desember 2009 nanti.
"Diharapkan sebelum Desember 2009 segera terbentuk Pengadilan Tipikor," ujar Ketua KPK Antasari Azhar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (5/5/2008).
Berlarut-larutnya RUU Pengadilan Tipikor ini, menurut Antasari bukan karena DPR mempersulit pembahasan RUU ini. "Kami yakin banyak di DPR sana yang punya komitmen dengan pemberantasan korupsi," ujar Antasari.
KPK, menurut pria berkumis ini akan memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong RUU ini segera dibahas oleh DPR. "KPK memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong masalah ini diselesaikan lebih cepat dan profesional," kata Antasari.
Antasari pun membantah, masih mengendapnya kasus ini akibat ada pihak-pihak di DPR yang memang mencoba untuk menahan agar RUU ini tidak segera diselesaikan sehingga penanganan kasus korupsi terhambat.
"Tidak ada runcing meruncing. KPK tidak mengusut institusi di DPR, tapi pada personal anggota DPR," pungkasnya. (anw/fay)
KPK meminta agar RUU ini segera dibahas di DPR. Sebab, Pengadilan Tipikor akan segera berakhir pada Desember 2009 nanti.
"Diharapkan sebelum Desember 2009 segera terbentuk Pengadilan Tipikor," ujar Ketua KPK Antasari Azhar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (5/5/2008).
Berlarut-larutnya RUU Pengadilan Tipikor ini, menurut Antasari bukan karena DPR mempersulit pembahasan RUU ini. "Kami yakin banyak di DPR sana yang punya komitmen dengan pemberantasan korupsi," ujar Antasari.
KPK, menurut pria berkumis ini akan memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong RUU ini segera dibahas oleh DPR. "KPK memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong masalah ini diselesaikan lebih cepat dan profesional," kata Antasari.
Antasari pun membantah, masih mengendapnya kasus ini akibat ada pihak-pihak di DPR yang memang mencoba untuk menahan agar RUU ini tidak segera diselesaikan sehingga penanganan kasus korupsi terhambat.
"Tidak ada runcing meruncing. KPK tidak mengusut institusi di DPR, tapi pada personal anggota DPR," pungkasnya. (anw/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 18:08 WIB
2 Perampok Minimarket Dibekuk Polisi di Kembangan & Pasar Kemis
-
Senin, 21/05/2012 18:03 WIB
Polda Maluku Tangkap 6 Tersangka Teroris
-
Senin, 21/05/2012 17:58 WIB
Partai Demokrat Ingatkan Polri Tak Asal Larang Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 17:42 WIB
Peneliti Jerman Hingga Singapura Tertarik 'Nimbrung' di Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:30 WIB
45 Ambulans Disiapkan untuk Bawa Jenazah Korban Sukhoi dari RS Polri
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
