detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 29/04/2008 10:45 WIB

Penyekapan Elizabeth Ingatkan Kisah Natascha

Rita Uli Hutapea - detikNews
Amstetten - Terkuaknya penyekapan Elizabeth Fritzl menggegerkan Austria. Wanita yang kini berusia 42 tahun itu disekap dan dihamili selama 24 tahun oleh ayahnya sendiri, Josef Fritzl.

Kasus menggemparkan ini mengingatkan publik Austria akan kisah Natascha Kampusch pada tahun 2006 silam. Gadis itu juga disekap di pinggiran Wina selama 8 tahun lebih. Bedanya, Natascha disekap oleh pria asing yang tak dikenalnya.

Natascha baru berusia 10 tahun ketika dirinya diculik di Wina dalam perjalanan menuju sekolahnya pada tahun 1998. Penculiknya, Wolfgang Priklopil kemudian menyekap Natascha di ruangan bawah tanah.

Namun pada tahun 2006, Natascha berhasil meloloskan diri. Beberapa jam setelah Natascha kabur, Priklopil bunuh diri. Pria itu menabrakkan dirinya ke depan kereta yang tengah melintas.

Natascha kini telah berumur 20 tahun. Gadis itu mengeluarkan statemen pada Senin, 28 April waktu setempat. Isinya, dia ingin menghubungi Elizabeth untuk memberikan bantuan psikologis dan finansial. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (29/4/2008).

Saat ini di Austria beredar pertanyaan bagaimana kasus yang mirip itu bisa kembali terjadi. "Seluruh bangsa harus bertanya pada diri sendiri apa yang salah dengan ini," tulis koran Der Standard dalam editorialnya.

Elizabeth dan anak-anaknya saat ini masih mendapatkan konseling psikologis. Saat ditanyai polisi, wanita itu kelihatan sangat gelisah. Dia baru setuju untuk berbicara setelah polisi menjamin dirinya tidak akan lagi berhubungan dengan ayahnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%