Detik.com News
Detik.com

Selasa, 22/04/2008 11:27 WIB

TV Al Manar Langsung dari Libanon, Pakai Bahasa Arab

Arfi Bambani Amri - detikNews
Jakarta - TV Al Manar yang ditangkap satelit Palapa C2 ditransmisikan langsung tanpa sensor dari Libanon. Programnya disiarkan dengan Bahasa Arab, dengan beberapa program berbahasa Inggris.

"Al Manar berbahasa Arab, tapi ada beberapa program berbahasa Inggris," ungkap Representative TV Al Manar untuk Indonesia, Ali Assegaf, kepada detikcom, Selasa (22/4/2008).

Al Manar merepresentasikan dan menampilkan ada adanya berita-berita Timur Tengah secara apa adanya, langsung disambut satelit milik Indosat. Al Manar tidak membuat program sendiri untuk Indonesia. "Langsung saja dari Arab sana," ujar Ali.

Tuduhan Al Manar adalah propaganda terorisme pun dibantah Ali. Al Manar menyiarkan segala sesuatu secara apa adanya, tanpa disetir oleh kekuatan-kekuatan besar dunia.

"Sehingga kalau dilihat acara-acaranya itu lebih banyak menampilkan orang-orang Israel itu sendiri. Karena dia transparansi media, hal itu menjadi kegelisahan orang yang merancang media. Jadi stigma Al Manar itu teroris, adalah teror dari orang yang ingin melakukan teror," kata Ali.

Diskusikan pro-kontra Anda atas berita ini hanya di thread khusus pada forum diskusi!

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aba/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%