detikcom
Senin, 21/04/2008 14:25 WIB

Djalaludin: Ada Kebijakan FPKS untuk Terima Amplop

Arry Anggadha - detikNews
Jakarta - Tidak ada kebijakan dari FPKS untuk menolak uang dari pihak ketiga. Itulah pengakuan anggota Komisi IV DPR Djalaludin as-Syatibi. Tapi amplop itu bukan lantas masuk kantong sendiri, namun harus dilaporkan ke fraksi.

"Saya terpaksa menerimanya. Ada aturan, setiap anggota fraksi harus menerima dulu, baru lapor ke fraksi. Nanti fraksi yang memutuskan uang itu dikembalikan," kata Djalaludin usai diperiksa KPK.

Hal tersebut disampaikan anggota FPKS ini usai diperiksa KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (21/4/2008). Djalaludin diperiksa terkait kasus dugaan suap yang melibatkan anggota DPR Al Amin Nasution dan Sekda Bintan Azirwan.

Djalaluddin mengaku pada Desember 2007, dia bersama 15 anggota Komisi IV DPR, termasuk Al Amin Nasution berkunjung ke Kepulauan Riau.

"Kunjungan ini dipimpin Ishartanto (ketua komisi IV dari FPKS)," jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Djalaludin mengakui ditawari pegawai Departemen Kehutanan sejumlah uang. "Saya diberi uang dua kali masing-masing sebanyak Rp 30 juta di airport dan 3 amplop di kamar hotel. Ketika saya buka isinya Rp 10 juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta di salah satu hotel," bebernya.

Meski demikian, Djallaudin mengaku tidak mengenal dengan Al Amin Nasution. Djalaludin mengaku saat kunjungan itu, dia baru saja masuk ke Komisi IV DPR.

"Saya tidak kenal Pak Amin, saya pernah lihat dia di televisi. Anggota Komisi IV itu kan banyak, ada 50 dibagi lagi 3 tim dan kebetulan tim yang ke Kepulauan Riau. Saya ini baru sebulan di Komisi IV jadi nggak kenal," jelasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(Ary/nvt)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%