Astro TV Pertanyakan Hasil ULO
Minggu, 13/04/2008 15:22 WIB
Jakarta
Penutupan siaran Astro TV tidak hanya membingungkan pelanggan, tapi juga pemiliknya. PT Direct Vision selaku pemegang siaran Astro TV bahkan mempertanyakan hasil uji laik operasi (ULO) yang dilakukan Depkominfo.
"Saat itu, Depkominfo memberikan keterangan pemeriksaan sudah selesai. Kalau sudah selesai, kok sekarang hasilnya belum ada. Kami jadi bingung," kata Vice President Corporate PT Direct Vision Halim Mahfudz di Kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (13/4/2008).
Halim menjelaskan, Astro TV juga sudah memenuhi 3 persyaratan yang dilayangkan Depkominfo, yakni membayar tunggakan biaya hak penggunaan frekuensi, membuat kontrak kerjasama dengan PT Broadband Multimedia, dan melaporkan perubahan domisili perusahaan.
Menurutnya, Astro terus meminta konfirmasi Depkominfo atas penutupan itu. Namun belum ada jawaban yang memuaskan. "Akibat penyetopan ini, 140 ribu pelanggan tidak dapat menikmati siaran dan kami menerima 20 ribu komplain dari pelanggan setiap harinya. Kami juga mengalami kerugian US$ 100 ribu perhari," ujarnya.
Meski diberlakukan tidak jelas, namun Astro TV mengaku belum akan melakukan tindakan hukum. Astro TV masih menunggu kebijakan Depkominfo.
Saat disinggung apa penutupan ini terkait persaingan bisnis, Halim tidak berani menjawab. "Biarlah masyarakat yang menilai sendiri," pungkasnya.
(ary/nrl)
"Saat itu, Depkominfo memberikan keterangan pemeriksaan sudah selesai. Kalau sudah selesai, kok sekarang hasilnya belum ada. Kami jadi bingung," kata Vice President Corporate PT Direct Vision Halim Mahfudz di Kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (13/4/2008).
Halim menjelaskan, Astro TV juga sudah memenuhi 3 persyaratan yang dilayangkan Depkominfo, yakni membayar tunggakan biaya hak penggunaan frekuensi, membuat kontrak kerjasama dengan PT Broadband Multimedia, dan melaporkan perubahan domisili perusahaan.
Menurutnya, Astro terus meminta konfirmasi Depkominfo atas penutupan itu. Namun belum ada jawaban yang memuaskan. "Akibat penyetopan ini, 140 ribu pelanggan tidak dapat menikmati siaran dan kami menerima 20 ribu komplain dari pelanggan setiap harinya. Kami juga mengalami kerugian US$ 100 ribu perhari," ujarnya.
Meski diberlakukan tidak jelas, namun Astro TV mengaku belum akan melakukan tindakan hukum. Astro TV masih menunggu kebijakan Depkominfo.
Saat disinggung apa penutupan ini terkait persaingan bisnis, Halim tidak berani menjawab. "Biarlah masyarakat yang menilai sendiri," pungkasnya.
(ary/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:42 WIB
Peneliti Jerman Hingga Singapura Tertarik 'Nimbrung' di Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:30 WIB
45 Ambulans Disiapkan untuk Bawa Jenazah Korban Sukhoi dari RS Polri
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
