Cegah 'Amplop Coklat', Aturan Soal Pos Siluman Harus Tegas
Sabtu, 12/04/2008 08:27 WIB
Jakarta
Patut diduga 'amplop' menjadi hal yang biasa bagi wakil rakyat di Senayan. Mitra kerja pun ditengarai memberikannya untuk memuluskan program mereka dan beroleh dukungan. Adakah cara mencegah budaya ini ?
"Harus ada tindakan tegas dari partai yang bersangkutan bila anggota kedapatan menerima dana siluman," kata Kepala Divisi Kajian Korupsi Politi ICW Fahmi Badoh saat berbincang di Jakarta, Sabtu (12/4/2008).
Tapi Fahmi mengakui bila aturan hanyalah tinggal aturan. Kadang partai pun memaklumi tindakan itu. "Sejaun ini memang ini menjadi daerah abu-abu. Ya bila parpol tidak menindak tegas mungkin memang itu menjadi pemasukan," tambahnya.
Parpol menurut Fahmi semestinya memberikan doktrin kepada kader-kadernya. "Agar tidak mencari keuntungan dengan menggunakan jabatan sebagi wakil rakyat," jelasnya.
Hal lain adalah perlunya peraturan dan transparasi dalam kinerja anggaran di lingkungan mitra kerja DPR , baik di pemerintah daerah atau pun di departemen. "Ini sudah membudaya karena memang disediakan pos anggarannya. Untuk itu harus ada penertiban dana-dana siluman," jelasnya.
Sekali lagi saat ini aturan terkait persoalan anggaran dan pemberian ini memang tidak memungkinkan. "Herannya aturan main memang memberikan keleluasaan untuk memberikan amplop dengan pos anggaran," imbuhnya.
Adakah harapan? "Ya harus ada pembenahan, tapi mau tidak dibenahi?," tandasnya (ndr/)
"Harus ada tindakan tegas dari partai yang bersangkutan bila anggota kedapatan menerima dana siluman," kata Kepala Divisi Kajian Korupsi Politi ICW Fahmi Badoh saat berbincang di Jakarta, Sabtu (12/4/2008).
Tapi Fahmi mengakui bila aturan hanyalah tinggal aturan. Kadang partai pun memaklumi tindakan itu. "Sejaun ini memang ini menjadi daerah abu-abu. Ya bila parpol tidak menindak tegas mungkin memang itu menjadi pemasukan," tambahnya.
Parpol menurut Fahmi semestinya memberikan doktrin kepada kader-kadernya. "Agar tidak mencari keuntungan dengan menggunakan jabatan sebagi wakil rakyat," jelasnya.
Hal lain adalah perlunya peraturan dan transparasi dalam kinerja anggaran di lingkungan mitra kerja DPR , baik di pemerintah daerah atau pun di departemen. "Ini sudah membudaya karena memang disediakan pos anggarannya. Untuk itu harus ada penertiban dana-dana siluman," jelasnya.
Sekali lagi saat ini aturan terkait persoalan anggaran dan pemberian ini memang tidak memungkinkan. "Herannya aturan main memang memberikan keleluasaan untuk memberikan amplop dengan pos anggaran," imbuhnya.
Adakah harapan? "Ya harus ada pembenahan, tapi mau tidak dibenahi?," tandasnya (ndr/)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:42 WIB
Peneliti Jerman Hingga Singapura Tertarik 'Nimbrung' di Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:30 WIB
45 Ambulans Disiapkan untuk Bawa Jenazah Korban Sukhoi dari RS Polri
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
