Detik.com News
Detik.com
Senin, 07/04/2008 15:53 WIB

Ribuan Orang Blokir Jalan Lintas Timur Riau-Sumut

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Ribuan orang di Kabupaten Bengkalis, Riau melakukan aksi pemblokiran jalan lintas timur. Akibatnya, arus lalulintas menghubungkan Riau- Sumut terputus selama 8 jam.

Aksi pemblokoran jalan ini terjadi di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau terpaut 100 km arah utara dari Pekanbaru. Ribuan orang yang terdiri dari berbagai eleman turun ke jalan. Mereka mengatasnamakan diri, Aliansi Masyarakat Untuk Kabupaten Mandau (Amuk).

Pemblokiran jalan lintas timur ini dilakukan dengan cara mendirikan tenda di tengah badan jalan. Tenda itu mereka dirikan di tiga titik memasuki kota Duri. Akibatnya seluruh akses lalu lintas Riau menuju Sumut dan sebaliknya terputus total.

"Saya terjebat sejak tadi pagi. Sudah delapan jam mobil kami dari kota Dumai menujui Pekanbaru tidak bisa melintas. Sampai sekarang massa terus bertahan di jalan lintas timur itu," kata Anggiat (38) seorang sopir bus Doris Ekrpres dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/4/2008).

Aksi pemblokiran jalan lintas timur ini, masih terkait soal penolakan pemerintah pusat atas keinginan warga kecamatan Mandau di Bengkalis yang ingin memisahkan dari kabupaten induknya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%