Lobang Jepang Bukittinggi 3
Tidak Sengaja Ditemukan TKR
Sabtu, 29/03/2008 14:33 WIB
Foto: Budi Hartadi/detikcom
Bukittinggi
Lobang Jepang atau bisa disebut bungker yang dibangun tentara Jepang ditemukan secara tidak sengaja oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tahun 1946, setahun seusai Indonesia merdeka.
Lobang Jepang yang mempunyai kedalaman 45 meter dengan panjang lorong 1.475 meter ini dibangun dengan menggunakan tenaga romusa untuk kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam menghadapi Perang Dunia (PD) II dan perang Asia Timur Raya (Dai Tora Senso).
Pengerjaan lobang Jepang yang baru dibuat selama 2 tahun ini dipimping panglima tentara Jepang yang dipimpin Jenderal Seiko Seikikan belum rampung sepenuhnya karena keburu Jepang kalah.
"Saat ditemukan oleh TKR, lobang ini masih dalam keadaan kosong. Karena Jepang lebih dulu kalah perang," kata Andi pemandu detikcom bersama rombongan dari Semen Gresik yang menyusuri lobang Jepang ini.
Karena kalah perang itulah, ujar Andi, tentara Jepang yang berada di dalam lobang ini kemudian angkat kaki. Namun kemana keberadaan mereka bersama sang Jenderal Seiko Seikikan juga belum diketahui. "Apakah mereka bunuh diri, melarikan diri ke hutan atau kembali ke negari asalnya juga banyak yang tidak tahu," kisah Andi.
Saat detikcom menyusuri ruangan dari ruangan, seakan masih terdapat misteri tertinggal yang terasa saat berada di dalam lorong dapur atau ruang penyiksaan dan pembantaian romusa. Di ruang yang satu ini, rombongan kita seakan merasakan sesuatu hawa yang berbeda dengan lorong-lorong lainnya.
"Rasanya seram, ya di sini," kata David (18) salah seorang pengunjung asal Medan yang masuk ke lobang Jepang mengikuti rombongan kami.
Setelah kurang lebih 30 menit menjelajahi satu persatu lobang yang ada, kami tiba juga di sebuah lorong yang masih menampakan keasliannya. Lorong lobang ini hanya setinggi 1,25 meter. Saat kami melewatinya, kami terpaksa harus berjalan agak sedikit membungkuk agar tidak mengenai dinding lorong.
Yang lebih aneh lagi bagi kami, lorong yang ada di dalam lobang ini juga saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Selain itu, ditiap-tiap dinding juga terdapat banyak cekungan sedalam 5 centimeter.
"Lorong dibuat saling berhubungan ini untuk mempersulit para romusa saat akan melarikan diri. Selain itu cekungan di dinding berfungsi untuk meredam suara agar tidak kedengaran di luar lobang," papar Andi.
(bdh/ana)
Lobang Jepang yang mempunyai kedalaman 45 meter dengan panjang lorong 1.475 meter ini dibangun dengan menggunakan tenaga romusa untuk kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam menghadapi Perang Dunia (PD) II dan perang Asia Timur Raya (Dai Tora Senso).
Pengerjaan lobang Jepang yang baru dibuat selama 2 tahun ini dipimping panglima tentara Jepang yang dipimpin Jenderal Seiko Seikikan belum rampung sepenuhnya karena keburu Jepang kalah.
"Saat ditemukan oleh TKR, lobang ini masih dalam keadaan kosong. Karena Jepang lebih dulu kalah perang," kata Andi pemandu detikcom bersama rombongan dari Semen Gresik yang menyusuri lobang Jepang ini.
Karena kalah perang itulah, ujar Andi, tentara Jepang yang berada di dalam lobang ini kemudian angkat kaki. Namun kemana keberadaan mereka bersama sang Jenderal Seiko Seikikan juga belum diketahui. "Apakah mereka bunuh diri, melarikan diri ke hutan atau kembali ke negari asalnya juga banyak yang tidak tahu," kisah Andi.
Saat detikcom menyusuri ruangan dari ruangan, seakan masih terdapat misteri tertinggal yang terasa saat berada di dalam lorong dapur atau ruang penyiksaan dan pembantaian romusa. Di ruang yang satu ini, rombongan kita seakan merasakan sesuatu hawa yang berbeda dengan lorong-lorong lainnya.
"Rasanya seram, ya di sini," kata David (18) salah seorang pengunjung asal Medan yang masuk ke lobang Jepang mengikuti rombongan kami.
Setelah kurang lebih 30 menit menjelajahi satu persatu lobang yang ada, kami tiba juga di sebuah lorong yang masih menampakan keasliannya. Lorong lobang ini hanya setinggi 1,25 meter. Saat kami melewatinya, kami terpaksa harus berjalan agak sedikit membungkuk agar tidak mengenai dinding lorong.
Yang lebih aneh lagi bagi kami, lorong yang ada di dalam lobang ini juga saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Selain itu, ditiap-tiap dinding juga terdapat banyak cekungan sedalam 5 centimeter.
"Lorong dibuat saling berhubungan ini untuk mempersulit para romusa saat akan melarikan diri. Selain itu cekungan di dinding berfungsi untuk meredam suara agar tidak kedengaran di luar lobang," papar Andi.
(bdh/ana)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
