Bea Cukai Cegah Penyelundupan 6 Kontainer Pupuk Bersubsidi
Rabu, 26/03/2008 15:51 WIB
Jakarta
Pupuk bersubsidi yang hendak diselundupkan ke Malaysia, berhasil dicegah Bea Cukai Tanjung Priok pada Rabu ini pukul 04.00 WIB. Pencegahan penyelundupan pupuk bersubsidi ini menyelamatkan uang rakyat senilai Rp 528 juta.
Pada Rabu dini hari tadi, ketika kapal kontainer hampir tutup bongkar muat, bagian Penyidikan dan Penindakan (P2) Bea Cukai mendapatkan laporan dari anggotanya. Laporan tersebut mengatakan ada 6 kontainer yang berisi 117.500 kg pupuk urea yang hendak diselundupkan ke Malaysia.
Terciumnya penyelundupan ini bermula dari pemalsuan surat Pemberitahuan Eksport Barang (PEB) yang mendaftarkan isi muatan berupa biji tawas atau buah bertempurung. Tetapi pihak Bea Cukai curiga dan langsung menggeledah kontainer yang ternyata berisi pupuk urea bersubsidi.
"Saat itu di pelabuhan, kami telah mengamankan ekspeditur berinisial DD serta seorang yang baru saja kami tangkap siang ini," kata Kepala P2 Bea Cukai Tanjung Priok Heru Sulistyo kepada detikcom di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/3/2008).
Dari pengakuan DD, lanjut Heru, dia hanya mengaku sebagai perantara barang. Sedangkan perusahaan yang mengekspor yaitu PT CMP dan PT CBC.
"Kami masih menyelidiki dari manakah DD ini mengambil barang. Apakah dari pabrik atau dari gudang," ujarnya.
Mendapati temuan ini, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi langsung meninjau temuan tersebut. Menurut Anwar, ini merupakan kesekian kali upaya penyelundupan untuk mencari keuntungan dengan selisih harga.
"Jangan dilihat kerugian secara materiil. Tapi lihat kerugian secara imateriil yaitu uang subsidi untuk rakyat," tegas Anwar.
Atas usaha penyelundupan ini tersangka dapat dikenakan tindak pidana kepabeanan dalam UU 17/2006 tentang Kepabeanan. Sanksi pidana maksimal 8 tahun dan atau denda maksimal Rp 5 miliar.
Pantauan detikcom, ribuan kilo urea ini dikemas dalam kantung bertuliskan 'Pupuk Kujang Cikampek' dengan tulisan 'Bersubsidi' dihapus kendati masih berbekas.
Keenam kontainer sekarang disita Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses sebagi barang bukti. (nwk/nvt)
Pada Rabu dini hari tadi, ketika kapal kontainer hampir tutup bongkar muat, bagian Penyidikan dan Penindakan (P2) Bea Cukai mendapatkan laporan dari anggotanya. Laporan tersebut mengatakan ada 6 kontainer yang berisi 117.500 kg pupuk urea yang hendak diselundupkan ke Malaysia.
Terciumnya penyelundupan ini bermula dari pemalsuan surat Pemberitahuan Eksport Barang (PEB) yang mendaftarkan isi muatan berupa biji tawas atau buah bertempurung. Tetapi pihak Bea Cukai curiga dan langsung menggeledah kontainer yang ternyata berisi pupuk urea bersubsidi.
"Saat itu di pelabuhan, kami telah mengamankan ekspeditur berinisial DD serta seorang yang baru saja kami tangkap siang ini," kata Kepala P2 Bea Cukai Tanjung Priok Heru Sulistyo kepada detikcom di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/3/2008).
Dari pengakuan DD, lanjut Heru, dia hanya mengaku sebagai perantara barang. Sedangkan perusahaan yang mengekspor yaitu PT CMP dan PT CBC.
"Kami masih menyelidiki dari manakah DD ini mengambil barang. Apakah dari pabrik atau dari gudang," ujarnya.
Mendapati temuan ini, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi langsung meninjau temuan tersebut. Menurut Anwar, ini merupakan kesekian kali upaya penyelundupan untuk mencari keuntungan dengan selisih harga.
"Jangan dilihat kerugian secara materiil. Tapi lihat kerugian secara imateriil yaitu uang subsidi untuk rakyat," tegas Anwar.
Atas usaha penyelundupan ini tersangka dapat dikenakan tindak pidana kepabeanan dalam UU 17/2006 tentang Kepabeanan. Sanksi pidana maksimal 8 tahun dan atau denda maksimal Rp 5 miliar.
Pantauan detikcom, ribuan kilo urea ini dikemas dalam kantung bertuliskan 'Pupuk Kujang Cikampek' dengan tulisan 'Bersubsidi' dihapus kendati masih berbekas.
Keenam kontainer sekarang disita Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses sebagi barang bukti. (nwk/nvt)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
