Senin, 24/03/2008 12:35 WIB

PKB Pikir-pikir Ajukan Calon Wakil Menlu

Iqbal Fadil - detikNews
Jakarta - Siapa Wakil Menlu masih misterius meski Presiden SBY telah meneken Peraturan Presiden (Perpres)-nya. Sekjen PKB Yenny Wahid menegaskan, Wakil Menlu adalah jabatan politis, yang bisa datang dari parpol.

Jadi PKB akan mengajukan calon? "Boleh juga, kita pikir-pikir dulu," kata wanita yang sempat menjabat Staf Khusus Presiden SBY Bidang Urusan Komunikasi Politik ini.

Yenny menyatakan hal itu di sela-sela seminar bertajuk "Peran pesantren dalam mencegah kekerasan berbasis agama" di Hotel Bintang Griyawisata, Jl Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2008).

Meski demikian, mengenai sejumlah nama yang disebut seperti Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal, Dubes RI untuk PBB Marty Natalegawa dan Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Yenny tidak mempermasalahkan.

"Dari mana pun tidak masalah, yang penting profesional," kata pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh Rahman ini.

Yenny juga mengingatkan, jangan sampai terjadi tabrakan kebijakan antara Menlu dan Wakil Menlu.

"Jangan sampai ada dualisme antara keduanya karena kebijakan yang berbeda," ujarnya.

Syarat penting lainnya, Wakil Menlu juga mesti orang yang mengerti diplomasi. "Seyogianya orang yang mengerti teknis-teknis, mengerti langgam diplomasi," ujar Yenny.

Putri sulung Gus Dur ini mengaku tidak tahu persis tugas Wakil Menlu. Namun di negara-negara maju, posisi tersebut lazim ada.

"Deputi Menlu ada di negara lain. Kalau itu untuk memuluskan diplomasi negara di luar negeri ya positif," jelas Yenny.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nik/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%