Hitam Putih Tentang si Biru Viagra
Senin, 24/03/2008 07:23 WIB
Washington
Genap 10 tahun sejak Viagra mulai dikenal publik sebagai pahlawan bagi pria impoten. Meski dinilai efektif mengatasi soal impotensi, ternyata ada sisi gelap dari obat kuat berwarna biru ini.
"Yaitu penggunaan Viagra oleh pria muda yang sehat, yang sebenarnya tidak membutuhkannya," kata Direktur Pusat Kesehatan Pria Boston, Dr Abraham Morgentaler seperti diberitakan AFP, Senin (24/3/2008).
Sisi gelap ini muncul sejak Viagra, dan dua obat impotensi lainnya dengan mudah diperoleh siapa pun di internet. Pria muda kerap membawa pil biru ini setiap mereka pergi keluar rumah.
"Mungkin karena mereka tidak berpengalaman atau malu. Viagra membuat mereka lebih percaya diri, atau mungkin karena mereka memiliki gagasan sendiri tentang apa itu seks. Mereka menginginkannya serupa dengan tayangan porno di internet, dimana mereka memiliki akses mudah untuk itu. Mereka ingin meningkatkan perasaan mereka tentang kejantanan," urai Morgentaler.
"Saya sangat prihatin, bukan karena pria muda ini akan memiliki ketergantungan fisik, namun karena mereka tergantung secara psikis pada Viagra," kata Morgentaler.
Menurut profesor urologi di Harvard Medical School itu, seks adalah suatu awal dalam hubungan. "Hal yang biasanya kita inginkan dari sebuah hubungan adalah untuk dicintai apa adanya," ujarnya
Dia menjelaskan, sebagian pria muda justru merasa harus menelan pil ini untuk dapat diterima pasangannya. Ini justru mengkhawatirkan, sebab mereka berpotensi kehilangan kesempatan memiliki hubungan emosi sejati dengan kekasihnya.
"Hubungan yang berdasarkan kenyataan, bukan mitos," imbuhnya.
Bukan Jawaban
Menurut situs resmi Viagra, kerja terbaik Viagra terjadi saat perut kosong atau setelah menyantap makanan rendah lemak. Hasilnya akan tampak 30 menit setelah ditelan dan berfungsi selama 4 jam.
Namun, kata Morgentaler, hal itu tidak menjadi jawaban bagi semua orang. Dia pun mencontohkan seorang pasiennya yang berusia 78 tahun. "Dia (pasiennya) tidak memiliki ide untuk memprogramkan seks," ujarnya.
Selanjutnya, baik pria dan wanita akhirnya tidak merasa penting untuk berkompromi tentang seks ideal sebagai sesuatu yang ajaib, spontan dan romantis. Itu sebabnya, sejumlah pasiennya menyebut Viagra 'tidak memecahkan soal apa yang mereka inginkan untuk sebuah hubungan seks'.
"Bagi mereka yang mengharapkan Viagra dapat memberikan kebahagiaan personal, menganggap bahwa penis yang keras bisa memecahkan soal hubungan mereka, maka mereka berakhir kecewa," kata dokter yang juga penulis buku "The Viagra Myth" itu. (fiq/mly)
"Yaitu penggunaan Viagra oleh pria muda yang sehat, yang sebenarnya tidak membutuhkannya," kata Direktur Pusat Kesehatan Pria Boston, Dr Abraham Morgentaler seperti diberitakan AFP, Senin (24/3/2008).
Sisi gelap ini muncul sejak Viagra, dan dua obat impotensi lainnya dengan mudah diperoleh siapa pun di internet. Pria muda kerap membawa pil biru ini setiap mereka pergi keluar rumah.
"Mungkin karena mereka tidak berpengalaman atau malu. Viagra membuat mereka lebih percaya diri, atau mungkin karena mereka memiliki gagasan sendiri tentang apa itu seks. Mereka menginginkannya serupa dengan tayangan porno di internet, dimana mereka memiliki akses mudah untuk itu. Mereka ingin meningkatkan perasaan mereka tentang kejantanan," urai Morgentaler.
"Saya sangat prihatin, bukan karena pria muda ini akan memiliki ketergantungan fisik, namun karena mereka tergantung secara psikis pada Viagra," kata Morgentaler.
Menurut profesor urologi di Harvard Medical School itu, seks adalah suatu awal dalam hubungan. "Hal yang biasanya kita inginkan dari sebuah hubungan adalah untuk dicintai apa adanya," ujarnya
Dia menjelaskan, sebagian pria muda justru merasa harus menelan pil ini untuk dapat diterima pasangannya. Ini justru mengkhawatirkan, sebab mereka berpotensi kehilangan kesempatan memiliki hubungan emosi sejati dengan kekasihnya.
"Hubungan yang berdasarkan kenyataan, bukan mitos," imbuhnya.
Bukan Jawaban
Menurut situs resmi Viagra, kerja terbaik Viagra terjadi saat perut kosong atau setelah menyantap makanan rendah lemak. Hasilnya akan tampak 30 menit setelah ditelan dan berfungsi selama 4 jam.
Namun, kata Morgentaler, hal itu tidak menjadi jawaban bagi semua orang. Dia pun mencontohkan seorang pasiennya yang berusia 78 tahun. "Dia (pasiennya) tidak memiliki ide untuk memprogramkan seks," ujarnya.
Selanjutnya, baik pria dan wanita akhirnya tidak merasa penting untuk berkompromi tentang seks ideal sebagai sesuatu yang ajaib, spontan dan romantis. Itu sebabnya, sejumlah pasiennya menyebut Viagra 'tidak memecahkan soal apa yang mereka inginkan untuk sebuah hubungan seks'.
"Bagi mereka yang mengharapkan Viagra dapat memberikan kebahagiaan personal, menganggap bahwa penis yang keras bisa memecahkan soal hubungan mereka, maka mereka berakhir kecewa," kata dokter yang juga penulis buku "The Viagra Myth" itu. (fiq/mly)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
