Pil Biru dari 'Kecelakaan' Hingga Mengubah Kehidupan Seks
Senin, 24/03/2008 05:08 WIB
Washington
Sepuluh tahun silam, kehidupan jutaan pria dan wanita di dunia berubah di malam hari. Penyebabnya adalah sebuah pil kecil berwarna biru bernama Viagra.
Inilah jenis pengobatan oral pertama untuk mengatasi impotensi. Siapa nyana, obat fenomenal ini sebenarnya muncul karena 'kecelakaan' yang dilakukan para ilmuwan di laboratorium Pfizer.
"Aslinya, kami meneliti sildenafil, kandungan obat aktif pada Viagra, sebagai pengobatan jantung. Kami meneliti kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi," kata Direktur Kesehatan Senior Pfizer, Dr Brian Klee seperti dilansir dari AFP, Senin (24/3/2008).
Namun hasilnya justru di luar dugaan. Selama dilakukan percobaan, muncul efek samping berupa ereksi pada organ vital pria. "Lebih dahsyat, kuat dan bertahan lebih lama," imbuh Klee.
Dia menjelaskan, impotensi sebenarnya adalah suatu jenis gangguan di pembuluh darah. Penyebabnya, pembuluh darah arteri yang mengirimkan darah dari penis tidak bekerja sebagaimana seharusnya.
"Viagra membuat pembuluh itu membesar dan meningkatkan aliran darah ke penis," ujarnya.
Laris Manis
Pil biru ini kemudian mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS pada 27 Maret 1998. Orang pun menyerbu produk ini.
Sejak awal dipasarkan, setidaknya 35 juta pria seluruh dunia telah menggunakan obat ini. Impotensi pun keluar daftar penyakit tabu karena Viagra membuatnya lebih mudah untuk diatasi.
Alhasil, ruang tunggu para dokter urolog (spesialis kelainan pada saluran kemih dan genital pada laki-laki dan saluran kemih wanita) menjadi lebih sibuk. Hal itu terjadi setelah Viagra mencuri perhatian publik. Impotensi yang kemudian bahasanya diperhalus menjadi disfungsi ereksi bisa diatasi Viagra.
Sebelumnya pengobatan dilakukan dengan memasukkan prostesis atau semacam implan ke dalam penis melalui pembedahan. Bahan itu kemudian dimasukkan ke dalam organ seks pria itu atau menggunakan perangsang kencing.
"Viagra membawa lebih banyak orang ke kantor kami karea kemudahan pengobatan ini," kata seorang urolog, Dr Irwin Shuman yang berpengalaman selama 40 tahun itu.
"Sebelumnya, kami tidak memiliki banyak pilihan untuk mengatasi impotensi. Kini kami bisa melakukan lebih banyak evaluasi, mencari jawaban kenapa seseorang mendapatkan masalah itu," ujarnya.
(fiq/mly)
Inilah jenis pengobatan oral pertama untuk mengatasi impotensi. Siapa nyana, obat fenomenal ini sebenarnya muncul karena 'kecelakaan' yang dilakukan para ilmuwan di laboratorium Pfizer.
"Aslinya, kami meneliti sildenafil, kandungan obat aktif pada Viagra, sebagai pengobatan jantung. Kami meneliti kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi," kata Direktur Kesehatan Senior Pfizer, Dr Brian Klee seperti dilansir dari AFP, Senin (24/3/2008).
Namun hasilnya justru di luar dugaan. Selama dilakukan percobaan, muncul efek samping berupa ereksi pada organ vital pria. "Lebih dahsyat, kuat dan bertahan lebih lama," imbuh Klee.
Dia menjelaskan, impotensi sebenarnya adalah suatu jenis gangguan di pembuluh darah. Penyebabnya, pembuluh darah arteri yang mengirimkan darah dari penis tidak bekerja sebagaimana seharusnya.
"Viagra membuat pembuluh itu membesar dan meningkatkan aliran darah ke penis," ujarnya.
Laris Manis
Pil biru ini kemudian mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS pada 27 Maret 1998. Orang pun menyerbu produk ini.
Sejak awal dipasarkan, setidaknya 35 juta pria seluruh dunia telah menggunakan obat ini. Impotensi pun keluar daftar penyakit tabu karena Viagra membuatnya lebih mudah untuk diatasi.
Alhasil, ruang tunggu para dokter urolog (spesialis kelainan pada saluran kemih dan genital pada laki-laki dan saluran kemih wanita) menjadi lebih sibuk. Hal itu terjadi setelah Viagra mencuri perhatian publik. Impotensi yang kemudian bahasanya diperhalus menjadi disfungsi ereksi bisa diatasi Viagra.
Sebelumnya pengobatan dilakukan dengan memasukkan prostesis atau semacam implan ke dalam penis melalui pembedahan. Bahan itu kemudian dimasukkan ke dalam organ seks pria itu atau menggunakan perangsang kencing.
"Viagra membawa lebih banyak orang ke kantor kami karea kemudahan pengobatan ini," kata seorang urolog, Dr Irwin Shuman yang berpengalaman selama 40 tahun itu.
"Sebelumnya, kami tidak memiliki banyak pilihan untuk mengatasi impotensi. Kini kami bisa melakukan lebih banyak evaluasi, mencari jawaban kenapa seseorang mendapatkan masalah itu," ujarnya.
(fiq/mly)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
