Drama Merinding Berbuah Pencopotan
Selasa, 18/03/2008 09:38 WIB
Jakarta
Senin 3 Maret 2008 lalu, tepat sehari setelah ketua tim jaksa penyelidik BLBI Urip Tri Gunawan ditangkap KPK. Namun wajah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman tak secerah langit pagi yang menaungi Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Kemas tampak muram.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Kemas tiba di Gedung Bundar dengan Toyota Corolla Altis hitam bernopol B 1134 QZ. Kepada wartawan, dia mengaku prihatin, sedih dan kecewa. Kemas juga merinding mendengar bawahannya ditangkap gara-gara dugaan suap US$ 660 ribu atau Rp 6,1 miliar.
Saat itu tak seperti biasanya, mimik wajah Kemas tampak gusar dan matanya memerah berkaca-kaca. "Saya merinding," ujarnya mengulang kata 'merinding' hingga dua kali. Dia sempat mengusap sekujur lengannya, ekspresi ngeri itu tidak bisa disembunyikannya.
Saat itu Kemas mengaku merinding karena kaget, sebab penangkapan bawahannya itu di luar dugaannya. "Ini tentu saja mencoreng nama Kejaksaan," sesal Kemas yang dilantik sebagai Jampdisus oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji pada 24 Juli 2007.
Semalaman, kata Kemas, dia tidak bisa tidur nyenyak. Telepon genggam pria kelahiran Palembang, 15 Februari 1949 itu terus berdering.
Kemas yang pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten memang punya tanggung jawab besar atas bawahannya. Selaku jaksa yang mengepalai penanganan tindak pidana khusus, seperti halnya korupsi BLBI, Kemas mengaku sudah mewanti-wanti anak buahnya sejak awal. Dia berpesan agar bawahannya tidak melakukan perbuatan tidak terpuji saat menjalankan tugas.
Dini hari usai rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Kamis 6 Maret 2008, Kemas meluapkan rasa geramnya. "Urip itu memang kurang ajar!" ujarnya di hadapan wartawan.
Namun, kasus dugaan suap jaksa Urip terus bergulir. Sejumlah nama yang diduga terkait dengan kasus itu menjalani pemeriksaan KPK. Tak terkecuali Kemas dan Direktur Penyidikan pada Jampidsus, M Salim. Keduanya juga menjalani pemeriksaaan internal oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan.
Klimaksnya, pada 17 Maret 2008, Jaksa Agung mencopot kedua petinggi bagian Pidana Khusus itu. "Saya terima dengan ikhlas," ujar Kemas.
(fiq/nrl)
Sekitar pukul 09.00 WIB, Kemas tiba di Gedung Bundar dengan Toyota Corolla Altis hitam bernopol B 1134 QZ. Kepada wartawan, dia mengaku prihatin, sedih dan kecewa. Kemas juga merinding mendengar bawahannya ditangkap gara-gara dugaan suap US$ 660 ribu atau Rp 6,1 miliar.
Saat itu tak seperti biasanya, mimik wajah Kemas tampak gusar dan matanya memerah berkaca-kaca. "Saya merinding," ujarnya mengulang kata 'merinding' hingga dua kali. Dia sempat mengusap sekujur lengannya, ekspresi ngeri itu tidak bisa disembunyikannya.
Saat itu Kemas mengaku merinding karena kaget, sebab penangkapan bawahannya itu di luar dugaannya. "Ini tentu saja mencoreng nama Kejaksaan," sesal Kemas yang dilantik sebagai Jampdisus oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji pada 24 Juli 2007.
Semalaman, kata Kemas, dia tidak bisa tidur nyenyak. Telepon genggam pria kelahiran Palembang, 15 Februari 1949 itu terus berdering.
Kemas yang pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten memang punya tanggung jawab besar atas bawahannya. Selaku jaksa yang mengepalai penanganan tindak pidana khusus, seperti halnya korupsi BLBI, Kemas mengaku sudah mewanti-wanti anak buahnya sejak awal. Dia berpesan agar bawahannya tidak melakukan perbuatan tidak terpuji saat menjalankan tugas.
Dini hari usai rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Kamis 6 Maret 2008, Kemas meluapkan rasa geramnya. "Urip itu memang kurang ajar!" ujarnya di hadapan wartawan.
Namun, kasus dugaan suap jaksa Urip terus bergulir. Sejumlah nama yang diduga terkait dengan kasus itu menjalani pemeriksaan KPK. Tak terkecuali Kemas dan Direktur Penyidikan pada Jampidsus, M Salim. Keduanya juga menjalani pemeriksaaan internal oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan.
Klimaksnya, pada 17 Maret 2008, Jaksa Agung mencopot kedua petinggi bagian Pidana Khusus itu. "Saya terima dengan ikhlas," ujar Kemas.
(fiq/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:30 WIB
45 Ambulans Disiapkan untuk Bawa Jenazah Korban Sukhoi dari RS Polri
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:13 WIB
Anggaran Dipotong 20-85%, Komnas HAM, Komnas Perempuan & KPAI Protes
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
