Setahun Mendaki Gunung, Rp 1 M di Tangan
Rabu, 12/03/2008 18:13 WIB
Jakarta
Profesi pendaki gunung kerap kali dipandang sebelah mata, tapi jangan salah profesi yang mengandalkan fisik ini rupanya juga bisa membuat Anda hidup mewah.
"Saya bisa menghasilkan Rp 1 miliar setahun," kata pendaki yang akan menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia, Franky Kowaas, di Gedung Depbudpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2008).
Bermodal kemampuannya, pemandu puncak Carstensz Pyramid, Papua, itu bisa menghidupi istri dan kedua anaknya. Bahkan kebutuhan tertier mereka dapat terpenuhi.
"Dengan itu saya bisa memberi kehidupan yang lebih dari layak buat istri dan anak saya. Saya bisa beli rumah, mobil," imbuh dia.
Saat ditanya berapa biaya menyewa pemandu, Franky enggan menjawab. Dia hanya mengilustrasikan jasa seorang pemandu di puncak lainnya, dipatok US$ 18.500.
"Besar, kan? kalau saya sih cuma separuhnya. Dipotong sana sini. Ya kira-kira seperlimanya deh. Tapi kalau sebulan ada 30 orang bisa banyak," ujar pria asal Sulawesi Utara ini.
Kini Franky menggawangi bisnis pendakian di bawah bendera Manado Adventure. Semua itu menurut dia, tidak berlangsung mulus pada awalnya. Profesi pendaki kerap dianggap hanya buang-buang waktu dan uang saja.
"Tapi sekarang saya bangga, saya menunjukkan bahwa mendaki gunung bukan kegiatan yang negatif. Dulu dosen saya bilang jangan ikuti saya, sekarang dia ubah, mencontoh saya," pungkasnya.
(ptr/ana)
"Saya bisa menghasilkan Rp 1 miliar setahun," kata pendaki yang akan menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia, Franky Kowaas, di Gedung Depbudpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2008).
Bermodal kemampuannya, pemandu puncak Carstensz Pyramid, Papua, itu bisa menghidupi istri dan kedua anaknya. Bahkan kebutuhan tertier mereka dapat terpenuhi.
"Dengan itu saya bisa memberi kehidupan yang lebih dari layak buat istri dan anak saya. Saya bisa beli rumah, mobil," imbuh dia.
Saat ditanya berapa biaya menyewa pemandu, Franky enggan menjawab. Dia hanya mengilustrasikan jasa seorang pemandu di puncak lainnya, dipatok US$ 18.500.
"Besar, kan? kalau saya sih cuma separuhnya. Dipotong sana sini. Ya kira-kira seperlimanya deh. Tapi kalau sebulan ada 30 orang bisa banyak," ujar pria asal Sulawesi Utara ini.
Kini Franky menggawangi bisnis pendakian di bawah bendera Manado Adventure. Semua itu menurut dia, tidak berlangsung mulus pada awalnya. Profesi pendaki kerap dianggap hanya buang-buang waktu dan uang saja.
"Tapi sekarang saya bangga, saya menunjukkan bahwa mendaki gunung bukan kegiatan yang negatif. Dulu dosen saya bilang jangan ikuti saya, sekarang dia ubah, mencontoh saya," pungkasnya.
(ptr/ana)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
