detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 04/03/2008 22:39 WIB

Bunuh Orang, Bekas Dandim Solok Diseret ke Meja Hijau

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Diduga terlibat pembunuhan warga sipil, mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0309/Solok, Sumatera Barat, Letkol Inf Untung Sunanto digiring ke pengadilan militer di Medan.

Persidangan Untung digelar di Pengadilan Militer Tinggi I Medan di Jl Diponegoro, Medan, Selasa (4/3/2008).

Saksi yang dihadirkan adalah Sersan Kepala Tengku Syahril, anggota Kodim 0309/Solok yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Syahril bersama empat terdakwa lainnya telah dipidana lima tahun penjara serta dipecat dari kesatuannya, dan saat ini dalam proses banding.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Kolonel CHK Santoso, Tengku Syahril mengaku terpaksa melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Rusman Robert, warga Nagari Kacang, Solok pada 21 Mei 2007 silam, setelah diperintahkan komandannya Untung Sunanto. Perintah ini diberikan karena Untung kesal terhadap warga Nagari Kacang yang
melakukan pengutipan sumbangan terhadap pengguna jalan lintas Padang Panjang-Solok dan berakhir dengan cekcok.

Menurut saksi, karena tak puas, Untung kemudian kembali memerintahkan anggotanya melakukan penyerangan balik. Dalam keadaan terpaksa dan di bawah ancaman, kemudian saksi bersama terdakwa lainnya kembali ke lokasi itu, dan berhasil menculik korban, di saat warga lainnya berhamburan setelah mendapat serangan mendadak itu.

Setelah dibunuh, saksi menyatakan mereka kemudian membuang jenazah korban ke Danau Singkarak, dan jenazah Rusman ditemukan mengambang di danau tersebut lima hari kemudian.

Pada persidangan hari ini, turut hadir terdakwa Letkol Inf Untung Sunanto yang didamping sejumlah kuasa hukumnya termasuk Hotma Sitompul. Sejumlah bukti yang diserahkan pihak Polisi Militer Kodam I Bukit Barisan, seperti senjata api dan pakaian yang digunakan korban juga dihadirkan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan
keterangan saksi lainnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rul/aba)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close