Bunuh Jutaan Orang, Obesitas Lebih Berbahaya dari Terorisme
Senin, 25/02/2008 22:13 WIB
Sydney
Obesitas ternyata lebih berbahaya dari terorisme. Jutaan orang tewas tiap tahunnya akibat penyakit yang timbul akibat gaya hidup ini.
Terorisme memang memunculkan ancaman langsung, namun risikonya lebih rendah daripada obesitas, diabetes dan penyakit yang terkait rokok. 3 Hal terakhir inilah yang seharusnya pemerintahan dunia fokus cari penyelesaiannya.
"Sejak 11 September, kita telah menghadapi satu krisis ke yang berikutnya, yang benar-benar menakutkan masyarakat," cetus guru besar kesehatan ternama dari Amerika Serikat, Lawrence Gostin, seperti dilansir AFP, Senin (25/2/2008).
"Namun ketika kita fokus pada masalah itu, kita sejak jauh hari telah menghadapi epidemi obesitas yang telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia. Dan kita hanya mencurahkan sedikit perhatian dan uang untuk itu," imbuh Gostin dalam Konferensi Kesehatan Aliansi Oxford yang digelar di Sydney, Australia, itu.
Konferensi yang digelar Universitas Oxford ini mendatangkan pakar-pakar dari berbagai belahan dunia, bukan hanya akademisi, tapi juga pemerintah, pebisnis, pakar hukum, ekonom dan perencana tata kota.
Gostin memperkirakan, 388 juta orang akan meninggal akibat penyakit kronis di seluruh dunia dalam 10 tahun yang akan datang. Itulah data yang dilansir badan kesehatan dunia, WHO.
Menurut Gostin, isu obesitas ini terkait erat dengan politik. Penasihat kesehatan untuk pemerintah Amerika Serikat ini menyebutkan isu obesitas ini juga muncul dalam kampanye calon presiden di negerinya. (aba/ary)
Terorisme memang memunculkan ancaman langsung, namun risikonya lebih rendah daripada obesitas, diabetes dan penyakit yang terkait rokok. 3 Hal terakhir inilah yang seharusnya pemerintahan dunia fokus cari penyelesaiannya.
"Sejak 11 September, kita telah menghadapi satu krisis ke yang berikutnya, yang benar-benar menakutkan masyarakat," cetus guru besar kesehatan ternama dari Amerika Serikat, Lawrence Gostin, seperti dilansir AFP, Senin (25/2/2008).
"Namun ketika kita fokus pada masalah itu, kita sejak jauh hari telah menghadapi epidemi obesitas yang telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia. Dan kita hanya mencurahkan sedikit perhatian dan uang untuk itu," imbuh Gostin dalam Konferensi Kesehatan Aliansi Oxford yang digelar di Sydney, Australia, itu.
Konferensi yang digelar Universitas Oxford ini mendatangkan pakar-pakar dari berbagai belahan dunia, bukan hanya akademisi, tapi juga pemerintah, pebisnis, pakar hukum, ekonom dan perencana tata kota.
Gostin memperkirakan, 388 juta orang akan meninggal akibat penyakit kronis di seluruh dunia dalam 10 tahun yang akan datang. Itulah data yang dilansir badan kesehatan dunia, WHO.
Menurut Gostin, isu obesitas ini terkait erat dengan politik. Penasihat kesehatan untuk pemerintah Amerika Serikat ini menyebutkan isu obesitas ini juga muncul dalam kampanye calon presiden di negerinya. (aba/ary)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:30 WIB
45 Ambulans Disiapkan untuk Bawa Jenazah Korban Sukhoi dari RS Polri
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:13 WIB
Anggaran Dipotong 20-85%, Komnas HAM, Komnas Perempuan & KPAI Protes
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
Ibunda Ingin Lihat Jasad Heny Pramugari Sky untuk Terakhir Kali
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
