detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 14/02/2008 15:28 WIB

Toko Emas di Pekanbaru Kehabisan Stok Taring Harimau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Sejumlah toko emas di Pekanbaru mengaku menjual perhiasan yang terbuat dari bagian tubuh harimau. Namun saat ini mereka sedang kehabisan stok.

Deretan toko mas di kawasan Pasar Pusat Pekanbaru ternyata tidak asing lagi bila ada peminat taring harimau. Dengan santai para pemilik toko emas ini meladeni pembicaraan jual beli taring tersebut.

Tapi sejumlah toko mas di Jl Nilam yang ditemui detikcom, Kamis (13/2/2008), mengaku mereka sudah lama tidak menjual taring tersebut. "Sekarang taring harimau susah didapat. Tapi kalau bapak punya taringnya, kami bisa kok untuk membalutnya dengan emas. Tergantung bapak mau pakai emas berapa karat. Kami sudah biasa membalut taring harimau dengan emas," tutur seorang pemilik toko kepada detikcom.

Toko emas lainnya mengaku biasanya taring harimau dijual dengan harga bervariasi. Toko emas yang berada di samping Plaza Sukaramai kawasan Pasar Pusat itu misalnya, biasanya menjual taring harimau seharga Rp 1,5 juta.

"Kalau sudah dibalut dengan emas 24 karat biasanya kami jual Rp 5 juta. Tapi itu pun tergantung peminat mau pakai emas berapa gram untuk pembalut taringnya," terang pemilik toko yang terakhir menjual taring pada Juli 2007 silam.

Pemilik toko emas yang sedang kehabisan stok itu lantas meminta detikcom mencari ke penjual benda-benda antik yang tak jauh dari toko itu. "Kalau bapak mau cari taring harimau, coba tanya sama bapak yang jualan di kaki lima itu. Biasanya di sana ada bagian tubuh harimau," kata pemilik toko yang menunjuk seorang penjual benda-benda antik di kaki lima yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari tokonya.

Benar saja, seorang pria yang sudah berusia kepala 6 bernama Solihin itu memiliki sejumlah stok tubuh harimau. Setelah berbasa-basi, pak tua yang mengenakan kopiah itu menunjukkan kulit harimau dengan berbagai ukuran. Dari intalase miliknya itu, dia mengeluarkan kulit harimau dengan ukuran sekitar 20 cm dengan panjang 50 cm dibungkus dengan plastik.
"Kalau kulit harimau ini harga Rp 300 ribu," tawar Solihin kepada detikcom.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(cha/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%