Satu Malam di Rumah Tahanan Bung Karno
Selasa, 12/02/2008 11:23 WIB
Simalungun
Aktivitas politik Soekarno membuat Belanda kewalahan. Tidak heran segala upaya pun dilakukan untuk menghambat aktivitas sang proklamator. Buntutnya, dia pun ditahan dan diasingkan pada 1948. Dan salah satu lokasi sang putra fajar ditahan yakni sebuah rumah di pinggir Danau Toba, Prapat, Simalungun, Sumatera Utara.
"Rumah ini dibangun Gubernur Jenderal Belanda sebelum tahun 1920," tutur Tetap Suparto, penjaga rumah saat ditemui, Selasa (12/2/2008).
Detikcom bersama rombongan safari dakwah PKS berkesempatan mengunjungi dan menginap di salah satu kamar, tempat Soekarno pernah ditahan.
Di dalam rumah ini, di lantai pertama tampak ruang tamu dengan 3 kamar utama. Pelitur dari kayu menghiasi seluruh dinding. "Semua masih dalam bentuk asli, tidak ada renovasi besar-besaran," tutur Tetap.
Di dinding tampak foto-foto Soekarno menghiasi ruangan. Bersama Agus Salim sahabatnya, terlihat Soekarno duduk di sebuah bangku dan berjalan di dekat pendopo yang terdapat di halaman rumah 2 lantai ini.
Udara yang segar, pohon-pohon yang menjulang serta burung yang bersarang di pucuk-pucuk pohon menambah asri suasana. Apalagi pemandangan indahnya Danau Toba indah membentang sejauh mata memandang.
"Datuk Hussein On (mantan PM Malaysia), Lee Kuan Yew, Presiden Namibia, dan Ibu Megawati pernah berkunjung ke sini," tutur Tetap.
Rumah yang pengelolaannya berada di bawah Pemprov Sumut ini, memang tidak dibuka untuk umum. Hanya tamu-tamu pemerintahan atau yang memiliki akses ke pemerintah daerah saja yang bisa menginap.
Naik ke lantai dua, melalui tangga kayu terdapat ruang santai, serta satu buah kamar. "Ini bangku yang dulu jadi tempat duduk Pak Agus Salim dan Pak Soekarno. Tidak ada yang berubah," tutur Tetap dengan bangga.
Di lantai ini pula terpasang foto-foto Soekarno. Suasana yang nyaman pun terasa di ruangan ini. Di rumah seluas 15X14 meter persegi ini, terdapat pula ruang belakang. Di sini terdapat satu ruangan makan cukup besar untuk menjamu tamu-tamu.
Ada pula 3 kamar mandi di rumah ini. Khusus untuk yang satu ini, fasilitasnya telah direnovasi. Dan tak ketinggalan 2 pendopo di halaman tempat biasa Soekarno merenung. "Kalau beliau kemana-mana tentu selalu dikawal," tutur Tetap.
Para wisatawan dari Belanda, khususnya para bekas tentara Belanda pun kerap berkunjung ke tempat ini. Mereka bernostalgia sambil membawa foto-foto tempo dulu.
"Dari mereka saya mendapatkan banyak informasi. Dari mereka juga saya tahu bahwa di rumah ini benar-benar tidak ada ruangan bawah tanah seperti cerita yang tersebar," jelas Tetap.
Tetap pun menyimpan harapan, agar di depan rumah ini nantinya dibangun tugu Soekarno. "Maka otomatis rumah ini menjadi museum dan dipelihara Setneg seperti yang ada di Brastagi. Dan menjadi lebih terjamin perawatannya," tandas Tetap
Melihat bangunan lama, tentunya kental dengan aroma mistik. Bagaimana komentar Tetap mengenai rumah ini ?
"Rumah ini sama sekali tidak ada penunggunya. Tapi menurut keterangan orang-orang, rumah ini menjadi semacam tempat rapat bagi dunia lain," tutur Tetap dengan mimik serius.
Dia lalu bercerita bahwa tamu yang menginap memang kerap melihat orang berjalan di tangga menuju lantai dua. "Setelah dicari-cari orang itu tidak ada," tambah dia.
Yang cukup mengejutkan, Tetap lalu menunjukkan sebuah foto yang diakuinya diambil kawannya melalui HP kamera. Sesosok berbaju putih tampak berdiri di dekat pendopo.
"Tapi saya jamin rumah ini tidak angker, tidak ada yang mengganggu," tandas pria yang biasa repot bila tamu-tamu dan pejabat tinggi ini berkunjung. (ndr/asy)
"Rumah ini dibangun Gubernur Jenderal Belanda sebelum tahun 1920," tutur Tetap Suparto, penjaga rumah saat ditemui, Selasa (12/2/2008).
Detikcom bersama rombongan safari dakwah PKS berkesempatan mengunjungi dan menginap di salah satu kamar, tempat Soekarno pernah ditahan.
Di dalam rumah ini, di lantai pertama tampak ruang tamu dengan 3 kamar utama. Pelitur dari kayu menghiasi seluruh dinding. "Semua masih dalam bentuk asli, tidak ada renovasi besar-besaran," tutur Tetap.
Di dinding tampak foto-foto Soekarno menghiasi ruangan. Bersama Agus Salim sahabatnya, terlihat Soekarno duduk di sebuah bangku dan berjalan di dekat pendopo yang terdapat di halaman rumah 2 lantai ini.
Udara yang segar, pohon-pohon yang menjulang serta burung yang bersarang di pucuk-pucuk pohon menambah asri suasana. Apalagi pemandangan indahnya Danau Toba indah membentang sejauh mata memandang.
"Datuk Hussein On (mantan PM Malaysia), Lee Kuan Yew, Presiden Namibia, dan Ibu Megawati pernah berkunjung ke sini," tutur Tetap.
Rumah yang pengelolaannya berada di bawah Pemprov Sumut ini, memang tidak dibuka untuk umum. Hanya tamu-tamu pemerintahan atau yang memiliki akses ke pemerintah daerah saja yang bisa menginap.
Naik ke lantai dua, melalui tangga kayu terdapat ruang santai, serta satu buah kamar. "Ini bangku yang dulu jadi tempat duduk Pak Agus Salim dan Pak Soekarno. Tidak ada yang berubah," tutur Tetap dengan bangga.
Di lantai ini pula terpasang foto-foto Soekarno. Suasana yang nyaman pun terasa di ruangan ini. Di rumah seluas 15X14 meter persegi ini, terdapat pula ruang belakang. Di sini terdapat satu ruangan makan cukup besar untuk menjamu tamu-tamu.
Ada pula 3 kamar mandi di rumah ini. Khusus untuk yang satu ini, fasilitasnya telah direnovasi. Dan tak ketinggalan 2 pendopo di halaman tempat biasa Soekarno merenung. "Kalau beliau kemana-mana tentu selalu dikawal," tutur Tetap.
Para wisatawan dari Belanda, khususnya para bekas tentara Belanda pun kerap berkunjung ke tempat ini. Mereka bernostalgia sambil membawa foto-foto tempo dulu.
"Dari mereka saya mendapatkan banyak informasi. Dari mereka juga saya tahu bahwa di rumah ini benar-benar tidak ada ruangan bawah tanah seperti cerita yang tersebar," jelas Tetap.
Tetap pun menyimpan harapan, agar di depan rumah ini nantinya dibangun tugu Soekarno. "Maka otomatis rumah ini menjadi museum dan dipelihara Setneg seperti yang ada di Brastagi. Dan menjadi lebih terjamin perawatannya," tandas Tetap
Melihat bangunan lama, tentunya kental dengan aroma mistik. Bagaimana komentar Tetap mengenai rumah ini ?
"Rumah ini sama sekali tidak ada penunggunya. Tapi menurut keterangan orang-orang, rumah ini menjadi semacam tempat rapat bagi dunia lain," tutur Tetap dengan mimik serius.
Dia lalu bercerita bahwa tamu yang menginap memang kerap melihat orang berjalan di tangga menuju lantai dua. "Setelah dicari-cari orang itu tidak ada," tambah dia.
Yang cukup mengejutkan, Tetap lalu menunjukkan sebuah foto yang diakuinya diambil kawannya melalui HP kamera. Sesosok berbaju putih tampak berdiri di dekat pendopo.
"Tapi saya jamin rumah ini tidak angker, tidak ada yang mengganggu," tandas pria yang biasa repot bila tamu-tamu dan pejabat tinggi ini berkunjung. (ndr/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:13 WIB
Anggaran Dipotong 20-85%, Komnas HAM, Komnas Perempuan & KPAI Protes
-
Senin, 21/05/2012 17:08 WIB
Tabrak Pagar, Taksi Terbalik di KM 5+400 Tol Jagorawi
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
Ibunda Ingin Lihat Jasad Heny Pramugari Sky untuk Terakhir Kali
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
