Detik.com News
Detik.com

Kamis, 31/01/2008 14:15 WIB

Polri Kerjasama HAM dengan IOM

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Polri menjalin kerjasama dengan International Organization for Migration (IOM). Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran HAM bagi anggota Polri.

Dalam kerjasama ini, IOM memberikan pelatihan terhadap anggota anggota polisi di berbagai daerah.

"Selain masalah HAM kita juga memberikan pelatihan kepolisian masyarakat dan capacity building," kata Project Manager IOM Pengasihan Daud di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2007).

Hal ini diungkapkan Daud seusai penandatanganan MoU Percepatan Penerapan Perpolisian Masyarakat dan Hak Asasi Manusia. Menurut Daud, kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anggota Polri dalam bidang HAM dan perpolisian masyarakat.

Sementara itu, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan kerjasama ini merupakan kerjasama tahap kedua. Sebelumnya kerjasama yang sama telah dilakukan dua tahun yang lalu.

"Sudah sekitar seratus ribu anggota polisi yang telah dilatih," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%