315 Siswa SD Disandera 7 Pria Bersenjata Api dan Granat
Senin, 28/01/2008 23:37 WIB
Peshawar
Kekerasan kembali melanda wilayah Pakistan. Sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah sekolah dasar di daerah Domail, wilayah barat laut Pakistan.
Seperti yang diberitakan AFP, Senin (28/1/2008), 7 pria bersenjatakan peluncur roket dan dinamit masuk ke sebuah SD dan menyandera muridnya. Sebelumnya, kelompok militan itu gagal menculik pejabat setempat yang mengakibatkan seorang anggota mereka terbunuh.
"Mereka dilengkapi dengan dinamit, granat, senapan Kalashnikov, dan material peledak. Mereka menyandera 315 anak-anak dan 10 guru," kata seorang negosiator Shah Abdul Aziz.
Negosiasi berlangsung antara tokoh setempat dengan penyandera. Akhirnya, setelah 7 jam, penyandera menyerah dan membebaskan seluruh sanderanya.
"Mereka telah menyerahkan diri pada Jirga (dewan lokal) bersama dengan senjatanya dan membebaskan anak-anak," kata jubir kementerian dalam negeri Pakistan Javed Cheema.
Aziz menceritakan saat negosiasi berlangsung, keadaan anak-anak sangat menyedihkan. Banyak diantara mereka yang menangis kelaparan dan tidak sadarkan diri karena ketakutan.
Penyandera, selama negosiasi, terus meneriakkan ancaman akan meledakkan sanderanya. Akhirnya, Aziz mengalah dengan mengabulkan permintaan mereka untuk kabur ke daerah perbatasan Afghanistan.
"Hidup anak-anak lebih penting sehingga kami memutuskan untuk memberikan jaminan keamanan pada mereka (penyandera). Kami tidak ada piliha lain," ujar Aziz. (gah/ptr)
Seperti yang diberitakan AFP, Senin (28/1/2008), 7 pria bersenjatakan peluncur roket dan dinamit masuk ke sebuah SD dan menyandera muridnya. Sebelumnya, kelompok militan itu gagal menculik pejabat setempat yang mengakibatkan seorang anggota mereka terbunuh.
"Mereka dilengkapi dengan dinamit, granat, senapan Kalashnikov, dan material peledak. Mereka menyandera 315 anak-anak dan 10 guru," kata seorang negosiator Shah Abdul Aziz.
Negosiasi berlangsung antara tokoh setempat dengan penyandera. Akhirnya, setelah 7 jam, penyandera menyerah dan membebaskan seluruh sanderanya.
"Mereka telah menyerahkan diri pada Jirga (dewan lokal) bersama dengan senjatanya dan membebaskan anak-anak," kata jubir kementerian dalam negeri Pakistan Javed Cheema.
Aziz menceritakan saat negosiasi berlangsung, keadaan anak-anak sangat menyedihkan. Banyak diantara mereka yang menangis kelaparan dan tidak sadarkan diri karena ketakutan.
Penyandera, selama negosiasi, terus meneriakkan ancaman akan meledakkan sanderanya. Akhirnya, Aziz mengalah dengan mengabulkan permintaan mereka untuk kabur ke daerah perbatasan Afghanistan.
"Hidup anak-anak lebih penting sehingga kami memutuskan untuk memberikan jaminan keamanan pada mereka (penyandera). Kami tidak ada piliha lain," ujar Aziz. (gah/ptr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:13 WIB
Anggaran Dipotong 20-85%, Komnas HAM, Komnas Perempuan & KPAI Protes
-
Senin, 21/05/2012 17:08 WIB
Tabrak Pagar, Taksi Terbalik di KM 5+400 Tol Jagorawi
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
Ibunda Ingin Lihat Jasad Heny Pramugari Sky untuk Terakhir Kali
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
