SBY Belum Terima Nama Calon LPSK
Kamis, 24/01/2008 18:25 WIB
Jakarta
Bakal calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah dilaporkan ke
Presiden SBY. Namun laporan resmi dari pihak panitia seleksi belum juga didapat, sehingga pemerintah tidak bisa mengajukannya ke DPR.
Demikian kata Mensesneg Hatta Rajasa menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi SBY memberi pengarahan pada pimpinan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
"Memang sudah dilaporkan soal nama-nama, tapi itu masih di pansel. Jadi bukan salah Presiden dong (bila DPR terlambat menerima daftar nama calon)," cetusnya.
Laporan yang telah diterima SBY adalah perkembangan tahapan seleksi, termasuk daftar calon anggota LPSK. Dalam laporan tersebut, tercantum 46 nama, sedangkan yang harus diajukan pemerintah ke DPR hanya 21 nama.
Memilih 21 dari 46 nama tersebut merupakan tugas pokok pansel. Daftar itu lalu akan diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya, daftar tersebut diserahkan ke DPR untuk dilakukan fit and proper test hingga menghasilkan 7 orang yang disahkan sebagai anggota LPSK.
"Ya (daftar nama calon) belum sampai itu (ke presiden). Sekarang masih di panitia seleksi," sambung Hatta.
Sebelumnya, Ketua Komisi Hukum DPR Trimedya Pandjaitan kecewa pada pemerintah karena belum juga menyampaikan daftar nama calon anggota LPSK. Hal ini berdasar pernyataan Koalisi Perlindungan Saksi bahwa daftar tersebut sudah diserahkankan pansel sejak 11 Desember 2007. (lh/nvt)
Presiden SBY. Namun laporan resmi dari pihak panitia seleksi belum juga didapat, sehingga pemerintah tidak bisa mengajukannya ke DPR.
Demikian kata Mensesneg Hatta Rajasa menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi SBY memberi pengarahan pada pimpinan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
"Memang sudah dilaporkan soal nama-nama, tapi itu masih di pansel. Jadi bukan salah Presiden dong (bila DPR terlambat menerima daftar nama calon)," cetusnya.
Laporan yang telah diterima SBY adalah perkembangan tahapan seleksi, termasuk daftar calon anggota LPSK. Dalam laporan tersebut, tercantum 46 nama, sedangkan yang harus diajukan pemerintah ke DPR hanya 21 nama.
Memilih 21 dari 46 nama tersebut merupakan tugas pokok pansel. Daftar itu lalu akan diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya, daftar tersebut diserahkan ke DPR untuk dilakukan fit and proper test hingga menghasilkan 7 orang yang disahkan sebagai anggota LPSK.
"Ya (daftar nama calon) belum sampai itu (ke presiden). Sekarang masih di panitia seleksi," sambung Hatta.
Sebelumnya, Ketua Komisi Hukum DPR Trimedya Pandjaitan kecewa pada pemerintah karena belum juga menyampaikan daftar nama calon anggota LPSK. Hal ini berdasar pernyataan Koalisi Perlindungan Saksi bahwa daftar tersebut sudah diserahkankan pansel sejak 11 Desember 2007. (lh/nvt)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 06:35 WIB
Grasi Digugat, Pengacara: Tidak akan Pengaruhi Pembebasan Corby
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
