Selasa, 22/01/2008 13:07 WIB

10 Pagar Hancur, Pengelola Menara Jamsostek Mengaku Bingung

Maryadi - detikNews
Jakarta - Pengelola Menara Jamsostek mengaku bingung kenapa pagar dari besi baja itu bisa hancur padahal diklaim sudah cukup kuat. Akibat hantaman mobil Honda Accord yang terjun dari lantai 8 itu, 10 pagar bajanya hancur.

"Saya juga bingung pagarnya bisa hancur. Bahkan 10 rangka bajanya ikut patah patah," kata Manager Building Menara Jamsostek Alexander Kiting kepada detikcom, Senin (22/1/2008).

Dia mengaku heran karena pagarnya terbilang sangat kuat. Selain itu terbuat dari baja sehingga tidak akan mungkin jebol. "Mungkin karena mobil melaju kencang jadi pagar itu bisa hancur," ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini tempat parkir di lantai 8 Menara Jamsostek terbilang cukup aman. "Selama ini belum ada kejadian seperti ini. Aman-aman saja. Ini pertama kalinya terjadi," tukasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%