detikcom
Jumat, 18/01/2008 16:05 WIB

Pasukan Garuda di Kongo Nyaris Kena Granat

M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Anggota TNI yang tergabung dalam pasukan Kontingen Garuda (Konga) XX-E di Kongo nyaris jadi korban ledakan granat. Granat aktif jenis mortir ditemukan saat pasukan Satgas Zeni ini sedang melakukan patroli di Beni, Kongo.

Menurut Kepala Penerangan Satgas Zeni Konga XX-E Mayor Inf Sunarto melalui keterangan tertulis yang diterima dari Puspen TNI, Jumat (18/1/2008), granat jenis mortir tipe 60 milimeter ditemukan di pagar area proyek Baisi Operasi depan PBB oleh patroli keamanan di area pembangunan Ammo Dump Marvivi di Madibe Base.

"Granat mortir itu ditemukan sekitar 10 meter dari pagar atau dinding Ammo Dump oleh patroli keamanan pekerjaan Ammo Dump di Mavivi pada tanggal 16 Januari 2008 pada pukul 14.00 waktu setempat," kata Sunarto.

Namun Sunarto mengatakan, granat aktif itu berhasil dijinakkan oleh Tim Explosive Ordnance Device (EOD) atau Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) beserta beberapa personel terkait. Granat pertama kali ditemukan dua anggota yang bertugas sebagai escor, yaitu Serka Nur Hudallah dan Kopda Antonio Dacosta.

Dijelaskan Sunarto, area pengamanan merupakan bakal penyiapan Basis Operasi Depan PBB untuk misi di Sudan. Di tempat tersebut akan dibangun jalan, jembatan dan bandar udara. Tempat itu berjarak 5 km dari pembangunan Pusat Pelatihan Militer Kongo.

Sesuai prosedur dan tanggung jawab, penemuan granat mortir kemudian dilaporkan ke Markas MONUC di Beni. Penemuan ini juga dilaporkan kepada Batalyon Infantri India yang merupakan pasukan yang bertanggung jawab terhadap keamanan sektor Beni.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(zal/sss)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%