detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 18/01/2008 11:46 WIB

Pak Harto Bicara Mistik (4)

Yang Mengira Sudjono Hoemardani Guru Kebatinan Saya Kecele

Umi Kalsum - detikNews
Jakarta - Banyak orang mengira Sudjono Humardani guru kebatinan Pak Harto. Namun Pak Harto menepisnya. Orang-orang dianggapnya kecele. Justru Humardani-lah yang menjadikannya sebagai guru.

Pak Harto mengungkapkannya dalam buku "Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya".

Di dalam bab 84 yang berjudul "Ada yang Salah Kira", dia menjelaskan soal hubungannya dengan mertua Gubernur DKI Fauzi Bowo itu. Kutipannya sebagai berikut:

Ada kejadian sedih yang beruntun. Ali Murtopo meninggal pada tanggal 15 Mei 1984. Lalu Pak Adam Malik. Kemudian Sudjono Humardani permulaan 1986 di Tokyo.

Memang suatu waktu kita akan kembali kepada Tuhan. Kita tidak bisa mengelak. (halaman 440).

Tentang Sudjono Humardani terdengar orang bicara, seperti ia lebih tahu daripada saya mengenai kebatinan. Padahal Djono sendiri biasa sungkem pada saya. Ia menganggap saya lebih tua dan lebih mengetahui soal ilmu kebatinan.

Ya, kebatinan bagi saya, bukanlah kebatinan anggapan sementara orang. Seperti sudah saya kemukakan di depan, kebatinan itu ialah ilmu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang lain mengatakan bahwa kebatinan itu, ya begitu, ya begini, dan kemudian berguru dan sebagainya. Itu tafsiran orang lain. Bagi saya, sekali lagi, ilmu kebatinan itu adalah untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Memang benar, Djono suka datang pada saya dengan membawa buku berisi tulisan. Dia mempunyai kepercayaan. Maka ia suka menyampaikan sarannya. Saya terima saja sarannya, untuk menyenangkan hatinya. Tidak saya telan begitu saja sarannya itu.

Saya analisa. Saya pertimbangkan, apakah rasional atau tidak sarannya itu. Jika rasional, jika masuk akal, maka saya terima. Jika tidak, maka tentulah tidak saya pakai sarannya itu.

Jadi, yang mengira bahwa Djono itu guru kebatinan saya, kecele. Sangkaan begitu tidak benar. Mengenai ilmu kebatinan, Sudjono lebih banyak bertanya kepada saya daripada sebaliknya. Ia sendiri pernah berkata, "Saya berguru kepada Pak Harto." (halaman 441-442).

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(umi/sss)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%