Detik.com News
Detik.com

Selasa, 15/01/2008 16:21 WIB

Tengok Pak Harto, Dede Yusuf Temui Keluarga Cendana

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Dede 'Macan' Yusuf Effendi pernah disebut-sebut sebagai anak Soeharto. Tapi itu isu lama. Senin (14/1/2008) malam, Dede Yusuf menjenguk Soeharto yang terbaring kritis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Dede bertemu dengan keluarga Cendana.

Saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (15/1/2008), Dede membenarkan dirinya datang ke RSPP pukul 20.00 WIB. Dia naik ke lantai lima tempat Soeharto dirawat.

Menurut Dede, dirinya bertemu dengan anak-anak Soeharto, seperti Tommy, Bambang, dan Mbak Titiek. "Mbak Tutut tadi malam sedang menemani beliau, jadi saya hanya titip salam saja," kata putra artis Rahayu Effendi itu.

Dede tidak lama berada di sana. Namun, kehadirannya memang tidak terlihat oleh wartawan. Apakah karena khawatir digosipkan lagi sebagai anak Soeharto? "Biarkanlah isu itu menjadi cerita dan obrolan di warung kopi," ujar Dede santai.

Mengenai kondisi Soeharto, Dede menyampaikan kondisi mantan Presiden itu naik turun. "Tapi, semua keluarganya sudah memasrahkan kepada dokter," jelas Dede.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%